
STRATEGI MENGHADAPI BENCANA TANAH LONGSOR DI DESA SNEPO KECAMATAN SLAHUNG KABUPATEN PONOROGO
Author(s) -
Gede Sarya,
Tri Pramesti,
Billy Arrowrichta,
Hiasintus Bertus Watu
Publication year - 2020
Publication title -
share
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2655-4720
pISSN - 2338-7866
DOI - 10.9744/share.6.2.105-109
Subject(s) - physics , forestry , geography
Hampir setiap tahun saat musim hujan tiba, bencana tanah longsor menghantui penduduk Desa Snepo Kecamatan Slahung kabupaten Ponorogo. Tanah longsor terbesar terjadi pada tahun 2017 silam ketika puluhan rumah rusak berat dan puluhan ekor sapi menjadi korban serta terputusnya akses jalan yang menghubungkan antara dusun satu dengan dusun dan desa lain. Dari survei yang dilakukan, bencana akan semakin mengancam karena adanya perubahan penggunaan lahan yang semula berupa hutan rakyat berubah menjadi lahan pertanian. Pemanfaatan lahan sebagai lahan pertanian memanfaatkan lereng yang relatif curam, sehingga erosi akan sering terjadi dalam bentuk erosi alur dan gerakan massa tanah (longsor). Erosi pada tingkat lanjut ini menyebabkan dampak yang besar bagi kerusakan lingkungan, misalnya banjir, tanah longsor, dan daerah rawan longsor. Pada sisi yg lain pengetahuan masyarakat tentang pelestarian hutan dan sumberdaya air masih rendah. Permasalahan yang dihadapi warga Desa Snepo yang berkaitan dengan ancaman bencana yaitu: (1) Penduduk desa snepo, terutama yang bermukim di daerah rawan bencana selalu merasa was-was dan takut terhadap datangnya bahaya tanah longsor. (2) Pengetahuan masyarakat tentang pelestarian hutan sebagai daerah tangkapan air dan mitigasi bencana masih sangat rendah. Upaya untuk mengantisipasi dampak dari bencana tanah longsor dan banjir bandang adalah membuatkan peta lokasi rawan longsor dan peta aliran air hujan yang dijadikan pedoman masyarakat yang akan membangun rumah. Manfaat yang diharapkan adalah dapat membantu menciptakan ketentraman, kenyamanan dalam kehidupan masyarakat Desa Snepo kecamatan Slahung kabupaten Ponorogo