
Dapatkah D-dimer Digunakan sebagai Penanda Koagulasi pada Kanker?
Author(s) -
Lugyanti Sukrisman
Publication year - 2020
Publication title -
jurnal penyakit dalam indonesia/jurnal penyakit dalam indonesia
Language(s) - Danish
Resource type - Journals
eISSN - 2549-0621
pISSN - 2406-8969
DOI - 10.7454/jpdi.v7i1.416
Subject(s) - medicine , gynecology
Pasien kanker mempunyai risiko tinggi untuk mengalami trombosis, terutama tromboemboli vena (TEV).. Pasien kanker yang mengalami TEV mempunyai risiko mortalitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan pasien kanker tanpa TEV.Faktor-faktor risiko yang berkaitan dengan terjadinya trombosis pada pasien kanker bersifat multipel dan kompleks, tidak hanya akibat cancer procoagulant yang dilepaskan oleh sel kanker, tetapi juga jenis kanker, stasis akibat masa tumor, respons tubuh dari pejamu (penderita kanker), dan pengobatan yang dijalani oleh pasien tersebut. Pengobatan yang meningkatkan risiko trombosis pada penderita kanker diantaranya adalah operasi, kemoterapi dengan obat-obat tertentu seperti cisplatin, asparaginase, thalidomide, maupun terapi hormonal. Kondisi komorbid atau imobilisasi yang sering dialami oleh pasien kanker yang dirawat juga meningkatkan risiko trombosis pada pasien tersebut. Selain itu, pemakaian kateter vena sentral juga meningkatkan risiko trombosis pada area kateter tersebut.