z-logo
open-access-imgOpen Access
Kadar Kortisol Plasma pada Dispepsia Fungsional dengan Gangguan Psikosomatik
Author(s) -
Arina Widya Murni
Publication year - 2020
Publication title -
jurnal penyakit dalam indonesia/jurnal penyakit dalam indonesia
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2549-0621
pISSN - 2406-8969
DOI - 10.7454/jpdi.v7i1.382
Subject(s) - gynecology , medicine
Pendahuluan. Peningkatan kortisol akan merangsang produksi asam lambung dan dapat menghambat prostaglandin E yang merupakan inhibitor enzim adenyl cyclase dalam sel parietal yang melindungi mukosa lambung. Nilai kortisol plasma yang tinggi dikaitkan dengan stres psikologis yang dapat memicu keluhan dispepsia. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kadar kortisol plasma pada penderita dispepsia fungsional dengan gangguan psikosomatik.Metode. Studi deskriptif analitik dengan desain cross sectional dilakukan pada pasien dispepsia yang dipilih menggunakan teknik non random consecutive sampling. Setelah diagnosis dispepsia, depresi, kecemasan, dan keduanya (depresi – kecemasan), semua subjek diperiksa gastroskopi dan kortisol plasma pada pagi dan sore hari.Hasil. Selama periode penelitian, didapatkan sampel sebanyak 40 pasien dengan dispepsia dan gangguan psikosomatik dan 10 pasien dengan dispepsia tanpa gejala psikosomatis sebagai kelompok kontrol dengan rentang usia 20 - 40 tahun. Rerata kadar kortisol di pagi hari pada pasien dengan gangguan psikosomatik adalah 322,33 nmol/L (simpang baku [SB] 166,92 nmol/L) sedangkan pada kelompok normal 188,82 nmol/L (SB 103,14 nmol/L). Sementara itu, median kortisol sore hari kelompok dengan psikosomatisk adalah 136,25 nmol/L (rentang 17,8-494,1 nmol/L) dan pada kelompok normal 91,40 nmol/L (rentang 10,6-291,6 nmol/L). Berdasarkan hasil uji statistik didapatkan bahwa terdapat peningkatan kortisol pagi hari yang signifikan antara kelompok depresi (rerata 338,82 nmol/L (SB 166,82 nmol/L) dengan kelompok normal, dengan nilai p=0,013. Sedangkan, nilai kortisol sore hari antara kelompok dengan gangguan psikosomatik tidak memiliki perbedaan yang signifikan secara statistik (p>0,05).Simpulan. Nilai kortisol plasma pagi hari pada dispepsia fungsional dengan gangguan psikosomatik (depresi) secara signifikan lebih tinggi daripada kelompok tanpa gangguan psikosomatik. Kata Kunci: Dispepsia fungsional, gangguan psikosomatik, kortisol plasmaLevel of Plasma Cortisol in Functional Dyspepsia with Psychosomatic DisorderIntroduction. Increasing of cortisol will stimulate the production of gastric acid and can inhibit prostaglandin E which is an inhibitor of the enzyme adenyl cyclase in parietal cells that is protective of gastric mucosa. High value of plasma cortisol is associated with psychological stress which can trigger the complaints of dyspepsia. This study aims to find out the level of plasma cortisol in dyspepsia functionalMethods. An analytic descriptive - cross sectional study with nonrandom consecutive sampling was conducted among dyspepsia patients. After diagnosis of functional dyspepsia, depression, anxiety and both of depression – anxiety, all subjects were examined for gastroscopy and plasma cortisol in the morning and evening.Results. There were 40 patients with dyspepsia and psychosomatic disorders and 10 patients with dyspepsia without psychosomatic symptom as control group with an age range of 20 – 40 years old. The mean value of cortisol level in the morning among subjects with psychosomatic disorder was 322.33 nmol/L (SD 166.92 nmol/L) whereas in the normal group was 188.82 nmol/L (SD 103.14 nmol/L). The median value of cortisol level in the evening among subjects with psychosomatic disorder was 136.25 nmol/L (range 17.8-494.1 nmol/L) whereas in the normal group was 91.40 nmol/L (range 10.6-291.6 nmol / L). Statistical analysis showed that there was a significant increased in the morning cortisol between sujects with depression (mean value = 338.82 nmol/L (SD 166.82 nmol/L) compared to normal group (p value=0.013). Meanwhile, there difference in afternoon cortisol between subjects with psychosomatic disorder and the normal group was not statistically significant (p>0.05).Conclusion. The level of morning plasma cortisol in functional dyspepsia with psychosomatic patients (depression) was significantly higher than patients without psychosomatic disorder.

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here