z-logo
open-access-imgOpen Access
PENGARUH PERBANDINGAN KOMPOS DAUN GAMAL (Giricidia maculata Hbr) DAN TANAH TERHADAP PERTUMBUHAN SEMAI MAHONI (Swietenia mahagoni (L) Jacq) DiPOLYBAG
Author(s) -
Musdalifah Musdalifah,
Retno Wulandari
Publication year - 2019
Publication title -
jurnal penelitian kehutanan bonita
Language(s) - Slovenian
Resource type - Journals
eISSN - 2685-6506
pISSN - 2684-7671
DOI - 10.55285/bonita.v1i1.204
Subject(s) - physics , horticulture , biology
Pemanasan global dapat diatasi dengan meningkatkan kepedulian manusia terhadap lingkungan seperti menanam pohon dan mengkonversi hutan. Mahagony (S. mahagoni (L) Jacq) banyak ditanam sebagai pohon pelindung. Kualitas benih sangat menentukan keberhasilan upaya penanaman hutan. Salah satu alternatif untuk menghasilkan bibit yang baik adalah penggunaan media yang tepat sehingga mereka dapat menghasilkan bibit yang sehat dengan pertumbuhan yang optimal. Penggunaan tanah dicampur dengan bahan organik dengan dosis tertentu kompos daun gamal diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan bibit. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh perbandingan berbagai dosis kompos gamal dan tanah terhadap pertumbuhan semai mahoni dalam polibag. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2018 hingga Maret 2019, berlokasi di tempat pembibitan permanen BPDAS Palu-Poso, Universitas Tadulako, Palu. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap, yang terdiri dari 4 perlakuan, yaitu: P0 = tanah (kontrol), P1 = tanah: kompos daun gamal 1: 1, P2 = tanah: kompos daun gamal 2: 1, P3 = tanah: daun gamal kompos 3: 1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan kompos daun gamal (G. maculataHbr) dan tanah memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap peningkatan rata-rata pada semua perlakuan. Peningkatan rata-rata tinggi, tertinggi adalah P1 (15,59 cm), kemudian P2 (13,36 cm), P3 (11,89 cm) dan terendah adalah P0 (10,12 cm). Rata-rata peningkatan jumlah daun, tertinggi adalah P1 (5,5 daun), kemudian P2 (4,9 daun), P3 (4,3 daun) dan terendah adalah P0 (3,3 daun). Peningkatan diameter rata-rata, terbesar adalah P1 (1,79 mm), kemudian P2 (1,54 mm), P3 (1,31) dan yang terkecil adalah P0 (1,12 mm). Hasil indeks kualitas benih rata-rata, tertinggi adalah P1 (5,03), kemudian P2 (4,49), P3 (3,70) dan owest adalah P0 (2,95).

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here