z-logo
open-access-imgOpen Access
STRATEGI OPTIMALISASI PERAN PENDIDIKAN SEKS USIA DINI DI PAUD DALAM MENANGGULANGI PELECEHAN SEKS TERHADAP ANAK DI PEKALONGAN
Author(s) -
Dwi Ario Fajar,
Susanto Susanto,
Ribut Achwandi
Publication year - 2019
Publication title -
jurnal litbang kota pekalongan
Language(s) - Italian
Resource type - Journals
ISSN - 2503-0728
DOI - 10.54911/litbang.v7i0.84
Subject(s) - humanities , political science , art
Pelecehan seks terhadap anak merupakan salah satu ancaman bagi bangsa yang dapat merusak anak-anak, baik secara fisik, pola pikir, mental, maupun kejiwaan mereka. Pelecehan seks terhadap anak tidak hanya dianggap sebagai tindak kriminal, melainkan pula sudah sepatutnya digolongkan sebagai tindakan perusakan moral. Oleh sebab itu, penanggulangannya harus dilakukan secara menyeluruh dan melibatkan semua komponen bangsa. Penelitian ini berusaha mengungkap strategi di dalam mengoptimalkan peran pendidikan seks usia dini di PAUD dalam menanggulangi pelecehan seks terhadap anak. Melalui pendidikan seks usia dini, kerja sama lintas sektoral yang dilakukan BPMP2KB Kota Pekalongan—melalui LPPAR dan PNFI—dengan penyelenggara PAUD menjadi syarat yang harus dipenuhi. Penelitian ini berupaya mengungkap langkah yang dilakukan oleh pihak-pihak terkait dalam menyelenggarakan pendidikan seks usia dini. Tujuannya, agar didapat langkah-langkah strategis yang dapat dilakukan oleh masing-masing lembaga sebagai masukan. Penelitian ini melibatkan LPPAR, PNFI, dan 10 lembaga penyelenggara PAUD di Kecamatan Pekalongan Utara sebagai responden. LPPAR dan PNFI merupakan lembaga yang bertanggung jawab menangani masalah kekerasan seks terhadap anak dan penyelenggaraan pendidikan non formal dan informal. Sementara, kecamatan Pekalongan Utara merupakan kawasan yang paling rawan terhadap kasus pelecehan seks terhadap anak di Pekalongan. Dari hasil kuesioner dan wawancara, didapat bahwa upaya yang dilakukan oleh semua pihak di dalam menyelenggarakan pendidikan seks usia dini di PAUD masih menemui beberapa kendala. Kendala utamanya adalah lemahnya koordinasi lintas lembaga, sehingga upaya-upaya yang dilakukan tidak terencana dengan baik. Selain itu, belum terlaksananya revitalisasi kurikulum dan penyediaan perangkat pembelajaran juga me njadi kendala. Oleh sebab itu, kerja sama antarlembaga perlu ditingkatkan. Kata kunci: Pendidikan Seks Usia Dini, PAUD, PNFI, BPMP2KB

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here