z-logo
open-access-imgOpen Access
MAKNA TRADISI LARANGAN MENIKAH ANTAR DESA ADUMANIS DAN DESA BETUNG KABUPATEN OKU TIMUR
Author(s) -
Merita Auli,
A.Hanif ‘ Assa’ad
Publication year - 2021
Publication title -
jurnal komunikasi dan budaya/jurnal komunikasi dan budaya
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2776-6977
pISSN - 2723-0929
DOI - 10.54895/jkb.v1i2.746
Subject(s) - humanities , sociology , art
Komunikasi merupakan suatu hal yang sangat mendasar dalam kehidupan manusia  bahkan telah menjadi fenomena bagi terbentuknya masyarakat yang terintergrasi oleh informasi untuk mencapai tujuan bersama. Kelakuan yang kekal dan turun temurun dari generasi kegenerasi lain sebagai warisan sehingga kuat integrasinya dengan pola-pola perilaku masyarakat, yang menjadi ciri khas suatu daerah yang diterapkan dalam diri masyrakat yang melakukannya dan telah menjadi kebiasaan (tradisi) dalam masyarakat. Dalam makna tradisi larangan menikah antar desa Adumanis dan  Betung ini terdapat beberapa rangkaian komunikasi nonverbal yang memiliki makna simbolik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui makna simbolik pada  Tradisi Larangan Menikah Antar Desa Adumanis Dan Desa Betung Kabupaten OKU Timur. Tipe penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Pendekatan yang digunakan dalam memaknai proses komunikasi nonverbal pada Makna tradisi Larangan Menikah Antar  Adumanis Dan  Betung menggunakan teori Interaksi Simbolik. Teori interaksi simbolik berpegang pada individu membentuk sebuah makna melalui interaksi dan komunikasi. Hasil penelitian secara keseluruhan  didapatkan  bahwa Pemaknaan tradisi larangan menikah antar desa Adumanis dan desa Betung, telah mengalami pergeseran nilai makna kebudayaan dalam kehidupan bemasyarakat,  masyarakat memang mempercayai namun tetap melanggar larangan menikah antar dua desa ini dikarenakan melalui interaksi secara terus menerus,  pola kehidupan manusia yang selalu berubah-ubah mengikuti perkembangan zaman dalam kehidupan bermasyarakat sehingga tradisi ini sudah mulai tertinggal dan sudah mulai terabaikan oleh kedua masyarakat desa tersebut.

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here