
Gambaran Mental Health Status pada Siswa dengan Usia 15-18 Tahun yang Melakukan Pembelajaran Blended Learning pada Masa Pandemi Covid-19
Author(s) -
Veni Eka Septiyana Hidayanti,
Kurniawan Erman Wicaksono,
Ika Arum Dewi Satiti
Publication year - 2022
Publication title -
nursing information journal
Language(s) - English
Resource type - Journals
ISSN - 2809-0152
DOI - 10.54832/nij.v1i2.208
Subject(s) - humanities , psychology , physics , art
Latar Belakang: Pandemi Covid-19 masih terus berlangsung hingga saat ini sehingga Kementrian pendidikan Indonesia menerapkan sistem pembelajaran baru yaitu sistem pembelajaran blended learning dimana siswa harus melakukan pembelajaran secara online dan juga harus datang ke sekolah, jadi pembelajaran blended learning merupakan pembelajaran bauran antara online dan luring. Sistem pembelajaran blended learning ini tentunya berdampak positif dalam penekanan penyebaran Covid-19, namun disisi lain ternyata juga berdampak negatif pada mental health siswa. Pembelajaran blended learning berdampak buruk pada status kesehatan mental siswa yaitu siswa kesulitan menyesuaikan dengan sistem pembelajarannya, mereka menjadi jarang interaksi dengan teman sebayanya, kesulitan saat berkonsentrasi dalam menyelesaikan tugas karena kurang faham dengan materi yang disampaikan dan lain sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran masalah mental health status pada siswa yang melakukan pembelajaran blended learning.
Metode : Peneliti merupakan penelitia diskriptif kuantitatif. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Srenght and Diffuculties Questionnaire (SDQ) yang diberikan pada 30 responden dari jumlah populasi sebanyak 42 siswa. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dimana penliti hanya mengambil responden sesuai dengan kriteria yang ditentukan oleh peneliti yaitu siswa yang melakukan pembelajaran blended learning, siswa yang terindikasi mengalami masalah mental health serta siswa yang berusia 15-18 tahun.
Hasil : Hasil peneliti ini didapatkan data umum Sejumlah 15 orang adalah perempuan dan 15 orang adalah laki-laki. Rentang usia responden adalah 15-18 tahun dengan hasil usia 15 tahun (26,7%), usia 16 tahun (26,7%), usia 17 tahun (33,3%) dan usia 18 tahun (13,3%). Hasil penelitian dengan menggunakan kuesioner Srenght and Diffuculties Questionnaire (SDQ) didapatkan hasil data sebanyak 83,4% siswa mengalami gejala emosional, sebanyak 16,7% siswa mengalami masalah dalam perilaku sehari-hari, sebanyak 36,7% siswa mengalami masalah relasi dengan teman sebayanya.
Kesimpulan: Pembelajaran blended learning ternyata bukan hanya berdampak positif namun juga berdampak negatif pada siswa, sehingga siswa menjadi kesulitan dalam belajar sehingga mengganggu mental health status siswa.