
Peranan Pemahaman Teologi Penderitaan Paulus terhadap Adversity Quotient
Author(s) -
Wahyu Wijiaty
Publication year - 2022
Publication title -
dunamos/dunamos: jurnal teologi
Language(s) - Uzbek
Resource type - Journals
eISSN - 2798-4184
pISSN - 2477-4030
DOI - 10.54735/djtpak.v2i2.10
Subject(s) - humanities , psychology , philosophy
Adversity quotient adalah kemampuan seseorang untuk bertahan pada masa yang sulit (penderitaan). Adversity quotient diperlukan oleh semua orang agar tetap bertahan ditengah kesulitan yang dihadapi. Unsur utama yang membentuk adversity quotient adalah keyakinan akan suatu hal yang diyakini kebenaran. Untuk meyakini suatu hal diperlukan pemahaman yang baik tentang hal tersebut. Adversity quotient sangat erat dengan penderitaan yang dialami oleh manusia. Rasul Paulus adalah salah satu tokoh gereja mula-mula yang mengalami penderitaan sebagai konsekuensi atas pilihannya menjadi pengikut Kristus. Sebagai seorang rasul dan pendidik, ia menyajikan pengajaran tentang penderitaan dengan sangat baik. Oleh karenanya, pemahaman tentang teologi penderitaan menurut Rasul paulus merupakan yang erat kaitannya dengat adversity quotient seseorang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskripstif melalui studi literatur pustaka untuk menggali secara mendalam berbagai hal tentang teologi penderitaan menurut Rasul Paulus dan adversity quotient. Selain itu, penulis juga melakukan observasi terhadap adversity seseorang sehubungan dengan pemahaman mereka tentang teologi penderitaan menurut Rasul Paulus. Hal tersebut untuk menjelaskan secara mendalam peranan pemahaman teologi penderitaan menurut Rasul Paulus terhadap adversity quotient.