z-logo
open-access-imgOpen Access
Efek Neuroprotektif Ceftriaxone Dengan Meningkatkan Ekspresi GLT-1 Pada Cidera Kepala: Sebuah Kajian Sistematis
Author(s) -
Baiq Anggia Azzahra Halba,
Abiyyu Didar Haq,
Alifia Firdiansari,
Harie Sagita Novendi
Publication year - 2022
Publication title -
jurnal syntax fusion
Language(s) - Turkish
Resource type - Journals
eISSN - 2808-7208
pISSN - 2775-6440
DOI - 10.54543/fusion.v2i01.129
Subject(s) - ceftriaxone , medicine , gynecology , biology , antibiotics , microbiology and biotechnology
Cidera otak atau cidera kepala merupakan kasus trauma ketiga paling sering ditemukan di indonesia dengan prevalensi sebesar 11,9% pada tahun 2018. Kerentanan terhadap infeksi yang meningkat pada kebanyakan kasus cidera otak membuat penggunaan antibiotik menjadi sangat masuk akal pada kasus – kasus tersebut. Salah satu antibiotik yang memiliki kemampuan penetrasi sawar darah-otak yang terbukti sangat baik adalah ceftriaxone. Baru – baru ini, mulai dilakukan penelitian yang membahas tentang efek neuroprotektif dari ceftriaxone terhadap cidera otak yaitu meningkatkan ekspresi GLT-1 yang menguatkan rasional pemberian ceftriaxone pada kasus cidera otak. Namun, belum ada kajian mengenai efektivitasnya belum ditemui. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas pemberian ceftriaxone terhadap peningkatan kadar GLT-1 pada kasus cidera otak. Metode penulisan dilakukan dengan kajian sistematik  menelusuri berbagai pusat data daring mengikuti alur dan   kaidah pencarian PRISMA guna mencari studi-studi yang menguji kemampuan dari ceftriaxone dalam meningkatkan kadar GLT-1 pada kasus cidera otak. Kajian ini melibatkan 5 studi inklusi dari total 722 studi dengan total subjek sebanyak 362 sampel. Berdasarkan studi inklusi tersebut, didapatkan bahwa Pemberian ceftriaxone (200mg/kgBB) terbukti efektif dalam meningkatkan kadar GLT-1 1-7 hari post-trauma jika dibandingkan dengan kelompok kontrol. Edema serebral juga mengalami perbaikan pada kelompok yang diberikan ceftriaxone jika dibandingkan dengan kelompok kontrol. Selain itu, didapatkan juga peningkatan kemampuan pembelajaran dan daya ingat post-trauma pada kelompok intervensi. Tidak ada efek samping signifikan yang dilaporkan

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here