
Memahami Efesus 5:1-21 dalam Upaya Hidup Berpadanan dengan Panggilan Orang Percaya di tengah "Serigala"
Author(s) -
Kristien Oktavia,
Yonatan Alex Arifianto
Publication year - 2021
Publication title -
jurnal teologi amreta
Language(s) - English
Resource type - Journals
ISSN - 2599-3100
DOI - 10.54345/jta.v4i2.56
Subject(s) - psychology , theology , humanities , philosophy
Kesadaran akan identitas sebagai orang Kristen harus dipertahankan sebab setiap orang percaya mendapat tantangan untuk mengabdi dan hidup dalam ketaatan kepada Allah. Pola hidup orang percaya juga berkaitan dengan posisi. Sebagaimana banyak orang percaya lupa akan identitas dirinya sebagai pembawa terang dan anak-anak Allah. Melalui kualitatif deskriptif dapat menemukan kajian biblikal tentang pola hidup yang berpadan dengan posisi orang percaya sebagai tujuan dari penulisan ini yang mana dapat disimpulkan sebagai berikut: Posisi sebagai anak kekasih yang diaplikasikan berjalan dalam kecintaan kepada ilahi atau berjalan dalam pengabdian kepada Allah secara terus-menerus. Kedua posisi sebagai orang kudus berarti tidak bisa disesatkan karena tidak bergaul atau berkawan untuk mengabdosi pangajaran sesat. Selanjutnya posisi sebagai anak terang dimana orang percaya berjalan dalam kehendak Tuhan sehinga orang percaya semakin mencintai Tuhan dan berdampak bagi sesama. Lalu posisi sebagai orang arif memiliki makna harus memperhatikan karakter hidup yang berjalan dengan kebenaran Tuhan. Posisi tersebut harusnya melekat kepada Orang percaya sebagai pertanggungjawaban hidup yang berpadan dengan posisi.
Abstract:
The awareness of identity as a Christian must be maintained because every believer is challenged to serve and live in obedience to God. The lifestyle of the believer also has to do with position. As many believers forget their identity as a light bearer and children of God. Through descriptive qualitative one can find a biblical study of life patterns that are compatible with the position of believers as the purpose of this writing which can be concluded as follows: The position as a lover's child that is applied runs in love to the divine or walks in continuous devotion to Allah. The second position as a saint means that he cannot be misled by not associating or making friends to abstain from heretical teachings. Furthermore, the position of being a child of light is where believers walk in God's will so that believers love God more and have an impact on others. Then the position as a wise person has the meaning of having to pay attention to the character of life that runs with God's truth. This position should be attached to the Believer as a life accountability that matches the position