
Aku Dalam Puisi Sebuah catatan untuk sajak-sajak Toeti Heraty
Author(s) -
Goenawan Mohamad
Publication year - 2021
Publication title -
dekonstruksi
Language(s) - Uncategorized
Resource type - Journals
eISSN - 2797-233X
pISSN - 2774-6828
DOI - 10.54154/dekonstruksi.v5i01.75
Subject(s) - art , humanities
Puisi hidup dengan hal-hal yang tak akan kekal, tak esensial, hanya aksidental. Tiap kali, yang fana, yang rentan, yang kebetulan dan tak disangka-sangka justru membuat kita (dan puisi) jadi hidup, antara asyik dan murung, dan kita seakan-akan tergugah, berseru. Sifat puisi yang seperti itulah yang membuat Plato mengatakan bahwa ada “perseteruan purba antara puisi dan filsafat”. Demikian yang ditulis Goenawan Mohamad ketika membahas sajak-sajak Toeti Heraty. Selain sebagai penyair dan kolektor seni, almarhumah Toeti Heraty juga seorang filsuf, disertasinya kemudian dibukukan menjadi Aku Dalam Budaya (1984).