z-logo
open-access-imgOpen Access
PERANCANGAN SENSOR PUTUS BENANG PADA MESIN KELOS UNTUK MENURUNKAN LIMBAH
Author(s) -
Totong,
Egie Sofian Nuddin,
Atin Sumihartati
Publication year - 2020
Publication title -
texere
Language(s) - Italian
Resource type - Journals
eISSN - 2774-1893
pISSN - 1411-3090
DOI - 10.53298/texere.v15i1.48
Subject(s) - physics , humanities , philosophy
Masalah terjadi pada proses perangkapan benang adalah ketika salah satu atau kedua benang yang dirangkap putus. Operator mengalami kesulitan untuk memantau posisi benang yang putus. Jika salah satu benang yang dirangkap putus, benang yang tidak putus akan tetap diproses dan harus dibuang menjadi limbah. Berdasarkan pengamatan dilapangan jumlah limbah yang dihasilkan mesin bobbin winder untuk lima line dalam satu shift adalah 38,65 g/bobin di atas standar perusahaan yakni sebesar 5 % atau 27,50 g/bobin. Oleh karena itu, diperlukan usaha untuk membuat suatu sistem yang mempermudah operator untuk mendeteksi jika terjadi benang putus. Sistem tersebut berupa sensor. Sensor banyak dijual di pasar tetapi belum tentu yang cocok dengan ruang yang tersedia di mesin bobbin winder yang dimodifikasi. Sensor putus benang adalah sensor yang memiliki fungsi untuk mendeteksi saat terjadi putus benang dan memberikan sinyal berupa nyala lampu. Sinyal lampu yang timbul saat terjadi putus benang memudahkan operator untuk melihat posisi benang yang putus. Pemasangan sensor putus benang dilakukan pada mesin bobbin winder yang dimodifikasi, yakni diletakkan antara pengantar benang dan peralatan penegang benang. Hasil pengamatan jumlah limbah setelah pemasangan sesnsor putus benang menunjukan adanya penurunan yaitu menjadi sebesar 0,309 % atau 1,69 g/bobin.

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here