
Menjaga Warisan: Pendidikan Karakter Muhammadiyah Tahun 1923¬1942
Author(s) -
Faisal Anas
Publication year - 2020
Publication title -
jantra (yogyakarta)/jantra
Language(s) - Uzbek
Resource type - Journals
eISSN - 2715-0771
pISSN - 1907-9605
DOI - 10.52829/jantra.v15i1.132
Subject(s) - humanities , art
Pendidikan merupakan bidang yang melatarbelakangi pendirian Muhammadiyah. Dimulai sejak masa K.H. Ahmad Dahlan, sekolah Muhammadiyah dirancang untuk mendidik anak-anak Indonesia agar menjadi pribadi yang menguasai ilmu agama dan ilmu umum. Para lulusan sekolah Muhammadiyah diharapkan mampu menjadi kader penerus yang tidak hanya berilmu, namun juga memiliki sikap nasionalis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka. Berdasarkan hasil penelitian, pendidikan karakter yang diterapkan oleh pimpinan Muhammadiyah sejak tahun 1923 masih berpijak pada prinsip pendidikan yang diterapkan pada masa K.H. Ahmad Dahlan yang kemudian disesuaikan dengan kondisi saat itu. Perubahan ini dapat dilihat dari tujuan pendidikan yang dirumuskanpada tahun-tahun berikutnya. Perubahan tujuan pendidikan diikuti oleh publikasi kurikulum agar dapat memaksimalkan tujuan pendidikan yang telah dirumuskan. Muhammadiyah juga menyikapi kebijakan pemerintah kolonial Hindia Belanda yang merugikan dengan protes. Sikap ini tentu berbeda ketika Muhammadiyah masih bersikap pasif pada masa K.H. Ahmad Dahlan.