z-logo
open-access-imgOpen Access
PENGARUH BODY MASS INDEX DENGAN PREVALENSI DAN DERAJAT GEJALA PMS PADA MAHASISWI AKADEMI KEPERAWATAN DHARMA WACANA METRO
Author(s) -
Nia Risa Dewi
Publication year - 2016
Publication title -
jurnal wacana kesehatan/jurnal wacana kesehatan
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2541-6251
pISSN - 2088-5776
DOI - 10.52822/jwk.v1i1.25
Subject(s) - gynecology , medicine , physics
Pre Menstrual syndrome (PMS)  merupakan sekumpulan gejala yang di mulai satu minggu sampai beberapa hari sebelum datangnya haid, dan menghilang sesudah haid datang. Jenis penelitian deskrptif dengan rancangan penelitian Cross Sectional, bertujuan mengetahui prevalensi dan pengaruh  antara Body Mass Index (BMI) dengan prevalensi PMS dan derajat gejala PMS pada mahasiswi Akper Dharma Wacana Metro. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswi Akper Dharma Wacana Metro tingkat I, II dan III Tahun ajaran 2013/ 2014. Sampel penelitian sebanyak 82 responden. Hasil analisis diperoleh sebagian besar responden (89 %) menderita PMS. Analisis derajat gejala PMS terhadap 73 responden yang mengalami PMS diperoleh 80,8% mengalami gejala PMS ringan, 19,2% mengalami gejala PMS sedang dan 0% mengalami gejala PMS berat. Sebanyak 56,1% responden dengan berat badan normal. 34,1% dengan  berat badan kurang dan hanya sebagian kecil (9,8%) dengan berat badan berlebih. Uji chi square diperoleh kesimpulan tidak ada perbedaan proporsi kejadian PMS antara mahasiswi yang mempunyai berat badan kurang, berat badan normal dan berat badan berlebih (p value = 0,067). Artinya tidak ada pengaruh BMI dengan prevalensi PMS.  Selain itu, tidak ada perbedaan proporsi derajat gejala PMS  antara mahasiswi yang mempunyai berat badan kurang, berat badan normal dan berat badan berlebih (p value = 0,079). Artinya tidak ada pengaruh BMI dengan derajat gejala PMS. Kejadian PMS dapat dicegah dan diminimalisir dengan cara modifikasi pola hidup dengan cara komunikasi masalah PMS dengan orang terdekat, dengan penurunan asupan garam dan karbohidrat, penurunan konsumsi kafein dan olahraga secara teratur.

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here