z-logo
open-access-imgOpen Access
PERAN GURU DALAM PENGELOLAAN KELAS YANG INOVATIF
Author(s) -
Okta Fakhruriza
Publication year - 2020
Publication title -
al-munqidz : jurnal kajian keislaman
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2715-8462
pISSN - 2302-0547
DOI - 10.52802/amk.v8i1.180
Subject(s) - humanities , psychology , physics , art
Kegiatan guru didalam kelas meliputi dua hal pokok, yaitu mengajar dan mengelola kelas. Kegiatan mengajar dimaksudkan secara langsung menggiatkan peserta didik mencapai tujuan-tujuan. Kegiatan mengelola kelas bermaksud menciptakan dan mempertahankan suasana kelas agar kegiatan mengajar dapat berlangsung secara efektif dan efisien. Pengajaran di kelas setidaknya melibatkan dua fitur tindakan guru yang berbeda tetapi saling terkait; fitur pertama berkaitan dengan perilaku guru mendorong perbahan kognitif pada peserta didik, fitur kedua menciptakan kondisi kelas yang memungkinkan pembelajaran terjadi. Guru yang menjadi kunci proses pengajaran, harus membangun suasana kelas yang positif. Dengan suasana pendidikan yang positif dan rasa saling percaya antar guru dan peserta didik semua masalah dan kesulitan mudah diatasi.Guru professional selalu mengembangkan profesinya, yang berarti mengikuti perkembangan bidang pendidikan dan tuntutan masyarakat pengguna. Salah satu kompetensi pedagogi adalah penerapan pembelajaran inovatif. Faktor utama pembelajaran inovatif yaitu ada hal kebaruan dan dapat mengatasi masalah pembelajaran. Dalam pembelajaran inovatif menekankan pada proses keaktifan belajar peserta didik yang difokuskan pada penerapan pengetahuan dalam kehidupan peserta didik, sehingga pembelajaran lebih bermakna bagi diri peserta didik. pembelajaran inovatif mencangkup enam unsur yaitu: pembelajaran bermakna, penerapan pengetahuan, berpikir tingkat tinggi, kurikulum standar, responsive terhadap budaya dan menggunakan penilaian autentik. kunci pembelajaran inovatif yaitu: a) Belajar dari kenyataan yang biasa diamati, diprakatikan, dan dialami dalam kehidupan peserta didik, b) Belajar melalui pengalaman nyata yang dilakukan secara empiris, c) Menghasilkan pengetahuan yang bermakna pada diri siswa, d) Menggunakan berbagai teknik penilaian.

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here