
HUBUNGAN SANITASI DASAR DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI DESA TANJUNG BARU WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS TANJUNG BARU TAHUN 2019
Author(s) -
Eva Yustati
Publication year - 2020
Publication title -
masker medika
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2654-8658
pISSN - 2301-8631
DOI - 10.52523/maskermedika.v8i1.385
Subject(s) - medicine , gynecology
Latar belakang : Kasus kejadian diare pada balita di Wilayah kerja UPTD puskesmas tanjung baru tahun 2017 terdapat 705 balita dengan diare sebanyak 35 (4,00%) tahun 2018 terjadi peningkatan yaitu terdapat 864 balita dengan diare 41 (4,74%). Tujuan Penelitian yaitu untuk mengetahui hubungan sanitasi dasar dengan kejadian diare pada balita di desa tanjung baru wilayah kerja UPTD puskesmas tanjung baru tahun 2019. Metode penelitian: jenis penelitian menggunakan pendekatan cross sectional, pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara langsung dengan menggunakan kuesioner danchecklist. Sampel dalam penelitian ini yaitu berdasarkan hasil perhitungan besar sampel sebanyak 180 sampel. Hasil penelitian : Hasil penelitian diperoleh 37,8% responden yang menderita diare, Responden 48,3% ketersediaan sarana air bersih tidak memenuhi syarat kesehatan, 40,0% ketersediaan jamban tidak memenuhi syarat kesehatan, 42,2% ketersediaan SPAL tidak memenuhi syarat kesehatan. Kesimpulan :Dari hasil penelitian menunjukan bahwa proporsi responden yang ketersediaan air bersih mememenuhi syarat yang balitanya mengalami kejadian diare lebih kecil sebanyak 5,4 % dibandingkan dengan responden yang ketersediaan air bersih tidak mememenuhi syarat kesehatan yang balitanya mengalami kejadian diare sebanyak 72,4 %. setelah dilakukan Uji statistik Chi-square didapat p value 0,000 maka hasil tersebut menunjukan adanya hubungan yang bermakna antara ketersediaan air bersih dengan kejadian diare. kejadian diare sebanyak 13,0% lebih kecil dibandingkan dengan responden yang ketersediaan jamban tidak tersedia mengalami kejadian diare sebanyak 75,0%, setelah dilakukan Uji statistik Chi-square didapat p value 0,000 maka hasil tersebut menunjukan ada hubungan yang bermakna antara ketersediaan jamban dengan kejadian diare.ada hubungan yang bermakna antara ketersediaan air bersih dengan kejadian diarepada balita dengan p value 0,000, ada hubungan bermakna antara ketersediaan jamban dengan kejadian diare pada balita dengan p value 0,000, ada hubungan yang bermakna antara ketersediaan SPAL dengan kejadian diare pada balita dengan p value 0,000.
Background: Cases of diarrhea in infants in the working area of the UPTD of the new tanjung puskesmas in 2017 there were 705 infants with diarrhea as many as 35 (4.00%) in 2018 there was an increase namely there were 864 children with 41 diarrhea (4.74%). The purpose of this study was to determine the relationship of basic sanitation with the incidence of diarrhea in infants in tanjung baru village, the working area of the new Tanjung Puskesmas UPTD 2019. Research methods: this type of research uses a cross sectional approach, data collection is done by observation and direct interviews using a questionnaire and checklist. The sample in this study is based on the results of the calculation of the sample size of 180 samples. The results of the study: The results obtained 37.8% of respondents suffering from diarrhea, Respondents 48.3% availability of clean water facilities did not meet health requirements, 40.0% availability of latrines did not meet health requirements, 42.2% availability of SPAL did not meet health requirements. Conclusion: The results of the study showed that the proportion of respondents whose availability of clean water fulfilled the requirements of toddlers experiencing diarrhea events was smaller by 5.4% compared to respondents whose availability of clean water did not meet health requirements whose toddlers experienced diarrhea as much as 72.4%. After Chi-square statistical tests obtained p value 0,000, these results indicate a significant relationship between the availability of clean water and the incidence of diarrhea. the incidence of diarrhea was 13.0% smaller than that of respondents whose availability of latrines was not available. The incidence of diarrhea was 75.0%, after a Chi-square statistical test obtained p value of 0,000, the results showed a significant relationship between availability of latrines and the incidence diarrhea. Thereis a significant relationship between the availability of clean water and the incidence of diarrhea in infants with a p value of 0,000, there is a significant relationship between the availability of latrines with the incidence of diarrhea in infants with a p value of 0,000, there is a significant relationship between the availability of SPAL with the incidence of diarrhea in infants with a p value 0,000.