
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI FRAKSI EKSTRAK DAUN MINDI (Melia azedarach L.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus epidermidis SECARA IN VITRO
Author(s) -
Kalaudius Gading
Publication year - 2020
Publication title -
indonesia natural research pharmaceutical journal
Language(s) - English
Resource type - Journals
ISSN - 2502-8421
DOI - 10.52447/inspj.v5i1.1785
Subject(s) - traditional medicine , melia azedarach , medicine
Jerawat merupakan salah satu penyakit infeksi yang dapat di sebabkan oleh bakteri S. epidermidis.Pada sebagian besar kasus infeksi, penggunaan antibiotik sangat diperlukan tetapi apabila pemakaian atntibiotik berlebihan akan menyebabkan bakteri menjadi resisten. Salah satu tanaman yang memiliki khasiat sebagai antibakteri adalah daun Mindi (Melia azedarach L.). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri fraksi daun mindi (Melia azedarach L.) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis. Metode yang digunakan adalah metode ekstraksi dan metode fraksi dan pengujian pengujian antibakteri dengan mengunkan metode dilusi padat. Penelitian ini menggunakan 4 variasi konsentrasi fraksi yang berbeda yaitu 3000 µg /disk, 2500 µg/disk, 2000 µg /disk dan 1500 µg/disk dengan satu kontrol positif yang berisi klindamisin dan satu kontrol negatif yang berisi DMSO dengan pengulangan percobaan 3 kali. KHM dilakukan dengan metode dilusi cair Kirby and Bauer, penelitian ini menggunakan 4 variasi konsentrasi yaitu 10.000 ppm, 30.000 ppm, 50.000 ppm, dan 70.000 ppm. Media yang digunakan adalah Mueller Hinton Agar (MHA) dan Mueller Hinton Broth(MHB). Masa inkubasi dilakukan selama 1 hari atau 24 jam pada suhu 37°C. Pengamatan dilakukan dengan melihat pertumbuhan koloni bakteri pada permukaan media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya hambat yang paling besar terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis.secara berturut-turut adalah adalah Fraksi etil asetat, fraksi air, fraksi n-heksan dan hasil penentuan kadar hambat minimum yaitu pada konsentrasi 50.000 ppm.