z-logo
open-access-imgOpen Access
PERSPEKTIF MODAL SOSIAL UNTUK KEBIJAKAN PEMBERDAYAAN USAHA KECIL DAN MENENGAH (UMKM) DAERAH (STUDI PADA PEDAGANG DI KAWASAN PANTAI KAMALI KOTA BAUBAU-SULAWESI TENGGARA)
Author(s) -
Andy Arya Maulana
Publication year - 2017
Publication title -
the indonesian journal of public administration (ijpa)
Language(s) - English
Resource type - Journals
ISSN - 2460-0369
DOI - 10.52447/ijpa.v3i1.730
Subject(s) - empowerment , social capital , business , nonprobability sampling , business administration , government (linguistics) , economic growth , sociology , economics , social science , population , linguistics , demography , philosophy
Some of the problems that are often the problem of regional SMEs group are capital access, minimal skills and technology, weak marketing access, environment and less conducive competition. Not to mention the weaknesses are often the only aspect that made local governments in making policies related to the empowerment of UMKM. The review in this paper seeks to provide other perspectives on regional empowerment policies of regional MSMEs. Where, through the perspective of social capital, MSME groups are able to empower their groups. This paper takes a study on a group of MSME traders in the Kamali Township of Baubau Town. The research used qualitative descriptive method, conducted through case study approach. Data obtained through interview and direct observation, while the data obtained through purposive sampling combined with snowball sampling and then analyzed interactively. This paper provides an indication that the merchant group has a set of social capital values ​​such as trust, norms and cooperation and informal leadership that are quite effective in organizing groups informally. Capacity is then able to as a means to solve problems and at the same time as a mechanism of empowerment that comes from a group of UMKM traders themselves. Therefore, the local government of Baubau City can make the capacity for formulation of community empowerment policy especially MSME sector. Keywords: Social capital, Empowerment Policy, UMKMAbstrak: Beberapa persoalan yang seringkali menjadi masalah kelompok UMKM daerah yaitu akses modal, minim keterampilan dan teknologi, akses pemasaran yang lemah, lingkungan serta persaingan yang kurang kondusif. Belum lagi kelemahan tersebut seringkali menjadi satu-satunya aspek yang dijadikan pemerintah daerah dalam membuat kebijakan terkait pemberdayaan UMKM. Kajian dalam makalah ini mengupayakan memberikan perspektif lain dalam kebijakan pemberdayaan UMKM daerah. Dimana, melalui perspektif modal sosial kelompok UMKM mampu memberdayakan kelompoknya. Makalah ini mengambil studi pada kelompok pedagang UMKM di Kawasan pantai Kamali Kota Baubau. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif, dilakukan melalui pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara dan observasi langsung, sedangkan data diperoleh melalui purposive sampling dipadukan dengan snowball sampling kemudian dianalisis secara interaktif. Makalah ini memberikan indikasi bahwa kelompok pedagang memiliki serangkaian nilai modal sosial seperti kepercayaan, norma dan kerjasama serta kepemimpinan informal yang cukup efektif dalam mengorganisasikan kelompok secara informal. Kapasitas ini kemudian mampu sebagai sarana memecahkan masalah dan sekaligus sebagai mekanisme pemberdayaan yang berasal dari kelompok pedagang UMKM sendiri. Oleh karena itu, pemerintah daerah Kota Baubau dapat menjadikan kapasitas tersebut untuk formulasi kebijakan pemberdayaan masyarakat khususnya sektor UMKM. Kata Kunci: Modal sosial, Kebijakan Pemberdayaan, UMKM

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here