z-logo
open-access-imgOpen Access
Potensi Kandungan Metabolit Primer Pada 10 Jenis Buah-Buahan Hutan
Author(s) -
Heriad Daud Salusu,
Eva Nurmarini,
Husmul Beze,
Hamka,
Yulianto Yulianto
Publication year - 2021
Publication title -
buletin poltanesa
Language(s) - Uncategorized
Resource type - Journals
eISSN - 2614-8374
pISSN - 1412-0097
DOI - 10.51967/tanesa.v22i2.908
Subject(s) - food science , chemistry , horticulture , biology
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui manfaat buah hutan yang dapat dimakan yang tediri dari 10 jenis buah yaitu rambai (Baccaurea motleyana), limpasu (Baccaurea lanceolatai), kapul (Baccaurea macrocarpa), manau rotan (Calamus manan Miq), sega rotan (Calamus caesius Bl.), selekop (Lepisanthes amoenea), matoa (Pometia pinnata), ramania (Bouea macrophylla Griffith), kalangkala (Litsea angulata), dan lanciqn (Ficus obscura), sebagai sumber nutrisi melalui analisis metabolit primer yang terdiri dari karbohidrat, lemak , protein, kadar udara, kadar abu, Sampel buah untuk pengujian metabolit primer adalah buah segar dimana bahagian buah yang diuji adalah daging buahnya. Analisis kadar air menggunakan metode oven, kadar protein menggunakan metode Kjeldahl, kadar lemak dengan metode ekstraksi soxhlet dan kadar karbohidrat menggunakan metode by difference. Hasil penelitian menunjukkan  buah pada kelompok jenis rotan atau family arecaceae (rotan manau dan rotan sega) memiliki kandungan protein lebih tinggi dari buah lainnya, sedangkan jenis buah dari family baccaurea (rambai, limpasu dan kapul) rendah pada kandungan protein dan lemak. Buah kalangkala mengandung lemak paling tinggi, diikuti buah selekop dan buah dari kelompok rotan.

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here