
MEMBANGUN BINA DAMAI MELALUI SISTEM KEKERABATAN (DALIHAN NA TOLU DAN RAKUT SITELU) DI KABANJAHE KABUPATEN TANAH KARO
Author(s) -
Fitriani Fitriani
Publication year - 2018
Publication title -
studia sosia religia
Language(s) - English
Resource type - Journals
ISSN - 2622-2019
DOI - 10.51900/ssr.v1i2.6479
Subject(s) - humanities , theology , sociology , philosophy
Abstrak Keragaman orang di Indonesia, yang terdiri dari berbagai macam suku, agama, ras dan budaya, adalah salah satu keunikan untuk bangsa ini. Begitu juga dengan kerukunan masyarakat yang didukung oleh sistem kekerabatan dalam bentuk nilai atau norma yang terkandung dalam agama dan budaya yang nantinya akan mampu membangun perdamaian dan menjaga kerukunan dalam kehidupan beragama. Penelitian kualitatif antropologis ini bertujuan untuk mengungkap kehidupan orang-orang yang secara budaya penting dapat dilihat sebagai perilaku keagamaan dalam kehidupan orang Batak di Kabanjahe yang terkait dengan pembangunan perdamaian. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal digunakan sebagai alat pemersatu, harmonisasi di tengah pluralitas masyarakat karo multikultural. Kata kunci: Bina Damai, Sistem Kekerabatan; Dalihan na tolu dan Rakut Sitelu Abstract The diversity of people in Indonesia, which consists of various kinds of tribes, religions, races and cultures, is unique for this nation. Likewise with the harmony of the community which is supported by a kinship system in the form of values or norms contained in religion and culture which will later be able to build up peace and maintain harmony in religious life.This anthropological qualitative study aims to reveal the lives of people who are culturally essential can be seen as religious behavior in the lives of Batak people in Kabanjahe associated with peace-building. The research findings show that local wisdom is used as a unifying tool, harmonization in the midst of a plurality of multicultural karo societies. Keywords: Dalihan na tolu, Kinship System; Peace Building, Rakut Sitelu