z-logo
open-access-imgOpen Access
FORMULASI SEDIAAN DAN UJI ORGANOLEPTIK MASKER DAUN KELOR (Moringa oleifera Lam) dan PATI BENGKUANG (Pachyrhizus erosus.L) UNTUK PERAWATAN KULIT BERJERAWAT
Author(s) -
Endah Pramudita,
Jenta Puspariki,
Suharti Suharti
Publication year - 2020
Publication title -
journal of holistic and health sciences (jurnal ilmu holistik dan kesehatan)
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2548-9089
pISSN - 2548-9070
DOI - 10.51873/jhhs.v3i2.52
Subject(s) - physics , traditional medicine , food science , chemistry , medicine
Latar Belakang: Pengobatan jerawat menggunakan antibakteri memiliki efek samping yaitu iritasi dan kerusakan organ secara tidak langsung [1]. Oleh sebab itu dibutuhkan alternatif lain untuk seperti penggunaan bahan-bahan obat berasal dari alam yang lebih aman. Bahan-bahan alam yang dapat digunakan biasanya berasal dari tanaman obat, sayuran juga buah-buahan. [2] Mengingat keunggulan daun kelor (Moringa oleifera Lam) dan bengkuang (Pachyrhizus erosus.L) yang sama-sama mengandung senyawa yang berkhasiat untuk perawatan kulit wajah, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan membuat sediaan masker ekstrak daun kelor dan pati bengkuang. Tujuan Penelitian: membuat sediaan daun kelor dan pati bengkuang yang praktis bisa dibawa kemana saja. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan (Action Research) dengan tiga formulasi dengan perbandingan ekstrak daun kelor dan pati bengkuang yang berbeda, F1 (3gr:7gr), F2 (2,5gr:7,5gr) dan F3 (2gr:8gr). Hasil: hasil uji organoleptik sediaan masker daun kelor (Moringa oleifera Lam) dan bengkuang (Pachyrhizus erosus.L) yang telah diuji dan diamati selama 3 minggu diperoleh hasil tidak terdapat perubahan yang signifikan. Hasil uji pH yang dilakukan selama 3 minggu menunjukan hasil pH pada F1 (3gr:7gr), F2 (2,5gr:7,5gr) dan F3 (2gr:8gr) relatif stabil berkisar 5. Simpulan: Dari uji pH yang dilakukan setiap satu minggu sekali menunjukan hasil pH stabil yaitu berkisar 5, sesuai dengan pH wajah normal berkisar 4,5-6,5. Hasil uji organoleptik yang dilakukan pada ketiga formulasi tidak menunjukan perubahan yang signifikan. Perubahan hanya terdapat pada aroma khas ekstrak daun kelor, hal ini disebabkan karena penambahan ekstrak daun  kelor pada setiap formulasi dengan jumlah yang berbeda – beda.

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here