
ANALISIS AKTIVITAS TOKSISITAS BEBERAPA MINYAK ATSIRI DENGAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST
Author(s) -
Marsah Rahmawati Utami,
Yusi Ardiyanti
Publication year - 2019
Publication title -
journal of holistic and health sciences (jurnal ilmu holistik dan kesehatan)
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2548-9089
pISSN - 2548-9070
DOI - 10.51873/jhhs.v3i1.34
Subject(s) - traditional medicine , physics , brine shrimp , medicine
Latar Belakang: Minyak atsiri biasa digunakan sebagai bahan baku minyak wangi, obat-obatan dan kosmetik. Dalam bidang farmasi, minyak atsiri digunakan sebagai antibakteri, anti nyeri dan anti infeksi. Efek farmakologis ini berhubungan dengan metabolit sekunder yang terkandung dalam minyak atsiri tersebut. Efektifitas komponen-komponen aktif metabolit sekunder sebagai obat dapat ditentukan dengan analisis toksisitas sebagai uji pendahuluan. Analisis toksisitas yang biasa digunakan yaitu dengan Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Uji ini menggambarkan tingkat ketoksikan ekstrak terhadap larva Artemia salina. Hasil uji ini dapat dimanfaatkan sebagai uji pendahuluan untuk mengidentifikasi bioaktivitas tanaman yang lebih luas.
Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan menganalis aktivitas toksisitas minyak atsiri daun kemanggi, rimpang lengkuas dan daun sirih merah serta kandungan senyawa kimianya.
Metode: Minyak atsiri diisolasi dengan metode destilasi uap, diuji aktivitas toksisitasnya dengan metode BSLT, dan kandungan senyawa kimia dianalisis dengan GC-MS.
Simpulan: Hasil uji Brine Shrimp Lethality Test menunjukkan bahwa minyak atsiri daun kemanggi, rimpang lengkuas, dan sirih merah memiliki tingkat toksisitas dengan LC50 secara berturut-turut adalah 57,21 ppm, 110,01 ppm, 360,51 ppm. Berdasarkan hasil analisis GC-MS komponen utama senyawa penyusun minyak atsiri daun kemanggi adalah lemonal dan beta citral, komponen utama minyak atsiri rimpang lengkuas adalah 2,6-dimetilfenil borat, 1,8-cineol, sedangkan komponen utama senyawa penyusun minyak atsiri sirih merah adalah sabinena dan beta mircena.