
TINGKAT PARTISIPASI STAKEHOLDERS DALAM PENINGKATAN INDEKS DESA MEMBANGUN
Author(s) -
Junaidi Junaidi,
Edy Agustinus,
Giska Hediyanti
Publication year - 2021
Publication title -
borneo akcaya
Language(s) - Uncategorized
Resource type - Journals
eISSN - 2685-5100
pISSN - 2356-136X
DOI - 10.51266/borneoakcaya.v5i2.185
Subject(s) - humanities , political science , physics , art
Secara spesifik tulisan ini bertujuan untuk menganalisis tingkat partisipasi stakeholder dalam peningkatan Indeks Desa Mandiri (IDM) di Kabupaten Sambas. Penelitian yang dilaksanakan antara Agustus 2019-Desember 2019 ini mengambil lokasi pada 4 (empat) desa yang termasuk dalam prioritas peningkatan status kemandirian desa di Kabupaten Sambas tahun 2020. Desa yang dimaksud yakni: Desa Sempalai Sebedang, Kecamatan Sebawi; Desa Durian, Kecamatan Sambas; Desa Sumber Harapan, Kecamatan Sambas; dan Desa Sebubus, Kecamatan Paloh. Hasil penelitian yang berciri kuantitatif ini menujukkan bahwa: pertama, tingkat partisipasi masyarakat umumnya tergolong “kuat” dan “sangat kuat”. Namun, kesediaan masyarakat untuk memberikan materi dalam rangka mendukung pembangunan desa masuk dalam ketegori “cukup”. Hal itu karena mereka menilai pendanaan di desa saat ini sudah cukup tersedia utamanya bersumber dari DD dan ADD; kedua, Tingkat partisipasi pemerintah tergolong “kuat” dan “sangat kuat”. Artinya indikator seperti penyiapan regulasi, keterlibatan pemerintah dalam penyusunan program, pendampingan dalam pelaksaan pembangunan, evaluasi menyangkut audit pemanfaatan DD dan ADD, serta pemanfaatan hasil pembangunan telah sesuai dengan yang diharapkan. Akan tetapi, indikator seperti sejauh mana kemampuan pemerintah untuk membuka akses kerjasama dengan investor dalam mengelola potensi di Desa masih perlu ditingkatkan atau dalam kategori “cukup”; dan ketiga, tingkat partisipasi private sector secara umum masih tergolong “lemah” dan “cukup”. Mulai dari tahapan perencanaan hingga pemanfaatan hasil tingkat partisipasi private sector masih perlu ditingkatkan. Responden menilai CSR yang tersedia belum dirasakan dampaknya hingga ke tingkat desa.