
MEDFARM : JURNAL FARMASI DAN KESEHATAN
Author(s) -
Putu Eka Arimbawa
Publication year - 2020
Publication title -
medfarm/medfarm: jurnal farmasi dan kesehatan
Language(s) - Italian
Resource type - Journals
eISSN - 2715-9957
pISSN - 2354-8487
DOI - 10.48191/medfarm.v9i2.33
Subject(s) - humanities , physics , gynecology , medicine , art
Salah satu bentuk berkembangnya media komunikasi adalah dengan adanya sosial media sebagai sumber informasi. Informasi yang kurang tepat dapat menyebabkan kesalahan penggunaan obat salah satunya adalah penggunaan antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan penggunaan media sosial dengan pemahaman penggunaan antibiotik di Kota Denpasar. Penelitian ini menggunakan rancangan survei cross-sectional. Jumlah sampel yang digunakan sebesar 100. Data dikumpulkan dari bulan Maret-April 2020 di Kota Denpasar menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan 49% responden pernah membeli antibiotik secara bebas, 60% setuju membeli tanpa resep dokter, dan 81 Responden mendapatkan antibiotik di apotek, serta 48% responden kurang memahami fungsi antibiotik. Hasil uji statistik terdapat perbandingan penggunaan sosial media dengan pemahaman penggunaan antibiotik diperoleh nilai p-value sebesar 0,006 (p<0,05). Informasi penggunaan sosial media terutama dalam pembelian antibiotik secara bebas tanpa resep perlu diperhatikan. Untuk itu, sosialisasi pemahaman fungsi dan aturan penggunaan antibiotik di sosial media harus dilakukan agar memastikan masyarakat dapat menerima informasi secara tepat