z-logo
open-access-imgOpen Access
Strategi Promosi dan Peningkatan Omset Penjualan Pada Umkm Kain Tenun Khas Wabula Kabupaten Buton
Author(s) -
Nining Asniar Ridzal,
I Wayan Sujana,
Ernawati Malik,
Mudasir Ali Mahmud,
Wa Ode Elfianti
Publication year - 2022
Publication title -
jurnal abdimas adpi sosial dan humaniora
Language(s) - Spanish
Resource type - Journals
ISSN - 2775-6998
DOI - 10.47841/jsoshum.v3i1.80
Subject(s) - bookkeeping , promotion (chess) , business , marketing , production (economics) , product (mathematics) , distribution (mathematics) , the internet , meaning (existential) , service (business) , political science , economics , accounting , computer science , law , psychology , mathematical analysis , geometry , mathematics , politics , world wide web , psychotherapist , macroeconomics
Para pelaku ekonomi di Desa Wabula Kabupaten Buton sedang giat-giatnya mengembangkan Usaha Kain tenun Wabula, namun kegiatannya terkendala oleh beberapa hal yaitu peningkatan penjualan dalam hal ini berkaitan dengan periklanan, produksi masih terbatas, penjualan secara Konvensional, tidak ada pembukuan atas usaha, kurangnya partisipasi generasi muda, Para pelaku usaha ini kurang memiliki keterampilan untuk mempromosikan usahanya yang seharusnya dikonversi menjadi penjualan. Permasalahan tersebut menjadi dasar bagi kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Metode Pelaksanaan Pengabdian Kepada masyarakat ini yaitu dengan Analisis Situasi, Koordinasi, Tahap identifikasi solusi permasalahan mitra, dilanjutkan dengan seminar dan pelatihan. Hasil Survey awal, Selama ini sistem promosi yang dilakukan masih promosi tradisional dan terkesan pasif, artinya menunggu pembeli datang. Kesadaran penggunaan internet untuk promosi produk masih sangat rendah. Hal ini disebabkan karena para pengrajin seluruhnya adalah orang tua  yang gagap teknologi, untuk itu perlu untuk melibatkan generasi muda melek teknologi.  sampai saat ini fokus pengrajin kain tenun  masih pada proses produksi dan distribusi, sehingga promosi bukan menjadi prioritas aktivitas bisnis. Alhasil omset yang diperoleh tidak optimal. Terkait pendapatan, pengrajin tidak bisa menyebutkan karena tidak ada pembukuan yang rinci, juga tidak ada target.  Minimnya pangsa pasar  yang  dimiliki. Hal ini disebabkan oleh rendahnya promosi yang dilakukan serta strategi  pemasaran   masih konvensional. Misalnya, pengrajin hanya mengandalkan produksi  sesuai jumlah pesanan, Pengraijn belum memiliki ide-ide untuk menambah rekanan diluar Desa Wabula ataupun memanfaatkan teknologi internet untuk berjualan.

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here