z-logo
open-access-imgOpen Access
METODE PEMBELAJARAN TEMATIK DAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BAGI SISWA TUNARUNGU
Author(s) -
Ischak Suryo Nugroho,
Wilda Fazmi Luvita,
Muh. Hanif
Publication year - 2021
Publication title -
mozaic/mozaik
Language(s) - Italian
Resource type - Journals
eISSN - 2527-8738
pISSN - 1978-1768
DOI - 10.47776/mozaic.v7i1.178
Subject(s) - humanities , psychology , mathematics , art , physics
Metode pembelajaran merupakan cara yang digunakan oleh guru untuk menyampaikan materi dan mengelola kegiatan pembelajaran sehingga peserta didik dapat belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Kemampuan peserta didik menjadi salah satu pertimbangan pemilihan metode pembelajaran. Kesulitan mendengarkan atau tunarungu yang dialami oleh siswa  cenderung mengakibatkan kesulitan berbicara atau berkomunikasi secara verbal.  Hal tersebut juga berdampak buruk pada kemampuan dalam memahami materi pelajaran. Tulisan ini didasarkan pada penelian kualitatif terhadap peserta didik penyandang kesulitan mendengarkan (tunarungu) kelas IV di SDLB-B di Purwokerto. Data dikumpulkan melalui  observasi, wawancara, dan dokumentasi.  Invorman yang diteliti sebanyak 20 siswa dengan memperhatikan keseimbangan gender 10 perempuan dan 10 laki-laki.  Data penelitian dianalisa menggunakan model Miles dan Huberman yaitu Data Reduction, Data Display, dan Verification.  Hasil penelitian menujukkan bahwa SDLB-B di Purwokerto menggunakan Kurikulum 2013, pembelajaran dilakukan secara tematik. Untuk menyiasati ketidakmampuan siswa tunarungu dalam berkomunikasi, mendengar serta kesulitan memahami materi pelajaran, guru  memilih berbagai metode pembelajaran yang bertujuan agar siswa tunarungu dapat menerima dan menangkap isi materi pelajaran secara benar dan optimal serta dapat meningkatkan kompetensi berbahasa. Pembelajaran tematik dalam berbagai mata pelajaran bagi siswa tunarungu kelas IV di SDLB-B  Purwokerto menggunakan berbagai metode umum yang bisa digunakan bagi siswa umum maupun siswa berkebutuhan khusus yaitu metode ceramah, tanya jawab, diskusi, drill (latihan),  resitasi (penugasan), dan  demonstrasi. Dalam penerapan metode-metode tersebut guru selalu mengombinasikannya dengan metode terapi wicara bagi siswa tunarungu seperti metode SIBI (Sistem Isyarat Bahasa Indonesia), metode lips reading (membaca bibir), serta Metode Maternal Reflektif (MMR)..

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here