
INTEGRASI KONSEP TASAWUF-SYARIAT SYAIKH ABDUL QADIR AL-JAILANI (QUTUBUL AULIYA)
Author(s) -
Fitrotul Muzayanah
Publication year - 2021
Publication title -
mozaic/mozaik
Language(s) - Uncategorized
Resource type - Journals
eISSN - 2527-8738
pISSN - 1978-1768
DOI - 10.47776/mozaic.v7i1.168
Subject(s) - humanities , philosophy
Di era serba milenial ini masih banyak masyarakat muslim yang menegasikan antara unsur spritual tasawuf dengan syariat, sehingga menimbulkan dekadensi moral atau demoralisasi kemerosotan akhlak. Masyarakat muslim awam masih beranggapan tasawuf dan syariat merupakan hal yang berbeda. Hal ini sebetulnya dalam agama Islam dari awal sudah menanamkan ajaran unsur spritual dan manajemen hati yang seimbang antara tasawuf dan syariat, karena mereka tidak bisa berdiri sendiri melainkan harus saling berkesinambungan dalam laku kehidupan. Al-Jailani merupakan imamnya para sufi (Qutubul Auliya) menggambarkan tasawuf yang diintegrasikan ke dalam syariat ibadah manusia dalam keseharian aktivitas muslim pada umumnya. Penulisan ini menkonsepkan pemikiran Al-Jailani menggunakan pendekatan kualitatif metode deskriptif. Pengumpulan data yang diambil menggunakan teknik studi literatur library research. Teori yang digunakan menggunakan teori integrasi sosial menyatukan unsur yang berbeda sehingga menjadi pemahaman yang satu sehingga tidak menimbulkan konflik kesalahpahaman dalam masyarakat. Berdasarkan hasil penelusuran penelitian, diperoleh penjelasan bahwa tasawuf al-Jailani mampu mengintegrasikan antara tasawuf dan syariat secara praktis-aplikatif sebagai syarat mutlak untuk meraih keselamatan di dunia dan akhirat. Karena hakekatnya ma’rifat harus dilalui dengan mujahadah dan pembersihan diri. Sufisme dalam pandangan al-Jailani merupakan sufisme yang progresif, aktif dan positif. Memandang dunia dalam keseimbangan akhirat.