z-logo
open-access-imgOpen Access
Kedatuan Luwu: Nilai-Nilai To Accana Luwu
Author(s) -
Yunus Yunus,
Mukhoyyaroh Mukhoyyaroh
Publication year - 2021
Publication title -
muqoddima
Language(s) - English
Resource type - Journals
ISSN - 2745-7168
DOI - 10.47776/mjprs.002.01.04
Subject(s) - art
Penelitian ini bertujuan mengambarkan nilai To Ciung Maccae Ri Luwu. Penelitian mengunakan metode library research dengan memahami buku terkait To Ciung Maccae Ri Luwu. Datu Luwu bernama Datu Etenriawe (1581-1611), dikenal seorang negarawan dan cendekiawan yang banyak memberikan perhatian terhadap kondisi kedatuan. Dia bernama Tociung. Tociung banyak memberikan ide-ide atau buah pikiran dan pesan-pesan kepada kedatuan/pemerintah yang bertujuan untuk memelihara kelangsungan kerajaan, sehingga kedatuan terhindar dari kehancuran. Persatuan bulat telur dimaknai, bahwa segala masalah yang ada di dalam negara atau negeri dihadapi bersama-sama, baik dalam hal keburukan maupun dalam hal kebaikan. Kemudian persatuan bagaikan bulat beras, dimaknai sebagai suatu persatuan yang bersifat vertikal adalah persatuan antara raja atau pemimpin dengan rakyatnya, sehingga apa yang menjadi kebesaran dari sang raja, akan menjadi kekuatan bagi sang hamba. Intergrasi kedelapan sifat-sifat antara seorang pemimpin dengan masyarakatnya, maka akan membentuk persatuan di dalam masyarakat. Negara atau negeri akan kuat, dan tahan terhadap gangguan dari luar. Kemudian persatuan ada beberapa macam menurut pemikiran Maccae ri Luwu, yaitu “bersatu bagaikan telur ayam, bersatu bulat bagaikan beras, dan bersatu bulat bagaikan buluh bambu”.

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here