z-logo
open-access-imgOpen Access
Kesadaran Petani Lokal Memanfaatkan Sirih Hutan (Piper betle L.) sebagai Pestisida Nabati dalam Pengendalian Hama Tanaman Ubi Jalar (Ipomea batatas L.) Kabupaten Manokwari Papua Barat
Author(s) -
Michel Koibur,
Mika Marandof,
Elwin
Publication year - 2021
Publication title -
prosiding seminar nasional pembangunan dan pendidikan vokasi pertanian
Language(s) - Italian
Resource type - Journals
ISSN - 2774-1982
DOI - 10.47687/snppvp.v2i1.195
Subject(s) - physics
Salah satu upaya penerapan pertanian organik yaitu dengan menggunakan pestisida nabati. Pupuk organik cair sirih hutan (Piper betle L.) merupakan salah satu pupuk nabati yang dikaji dalam proses perlindungan tanaman ubi jalar (Ipomoea batatas L.), terhadap hama ubi jalar. Ubi jalar merupakan tanaman pangan lokal papua yang dikonsumsi sebagai penganti nasi, sehingga perlu untuk dilakukan perlindungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis  pemanfaatan sirih hutan, (Piper betle L.) sebagai bahan ekstrak pestisida nabati organik cair pada tanaman ubi jalar. Penelitian ini dilaksanakan di Kampung Petrus Kafiar, Distrik Manokwari Barat. Metode penelitian menggunakan rancangan acak kelompok dengan perlakuan, P0, E1 (kontrol, tanpa perlakuan), P1, E2 (ekstrak sirih: tembakau, 1:1), P2, E3 (ekstrak sirih : tembakau, 2:1), P3. E4 (Ekstrak sirih : tembakau, 3:1), yang masing-masing perlakuan dilakukan ulangan semprotan 3 kali sehari pada tanaman ubi jalar. Untuk mengetahui intensitas serangan hama dilakukan analisis terhadap jumlah daun ubi jalar yang rusak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pestisida ekstrak sirih hutan dan tembakau berpengaruh signifikan terhadap intensitas serangan hama baik pada 17 HST, 24 HST, 31 HST, 38 HST, 45 HST, 52 HST dan 59 HST. Hasil terbaik pada perbandingan ekstrak sirih hutan dan tembakau 1 : 1 yang ditunjukkan dengan jumlah daun ubi jalar yang rusak paling sedikit.

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here