
Analisis Usahatani Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus sp) Rumah Jamur Welury di Kelurahan Andai Distrik Manokwari Selatan Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat
Author(s) -
Yohanis Yan Makabori,
Carolina Diana Mual,
Jesica Yolanda Enar
Publication year - 2021
Publication title -
prosiding seminar nasional pembangunan dan pendidikan vokasi pertanian
Language(s) - English
Resource type - Journals
ISSN - 2774-1982
DOI - 10.47687/snppvp.v2i1.194
Subject(s) - veterinary medicine , mathematics , horticulture , biology , medicine
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prospek usaha serta analisis usahatani dari budidaya jamur tiram putih. Pelaksanaan penelitian ini perlu dilakukan untuk menjawab permasalahan yang dihadapi oleh petani khususnya petani jamur tiram putih. Penelitian ini dilaksanakan selama 2 bulan terhitung mulai bulan maret sampai mei 2021. Metode analisis data yang digunakan adalah observasi partisipatif. Biaya yang di keluarkan untuk satu kali proses produksi budidaya jamur tiram dengan skala luas kumbung 7,9 m x 2,8 m adalah sebesar Rp.13.486.325. Biaya tersebut antara lain biaya tetap dan biaya variabel. Harga jual jamur tiram Rp.100.000/ kg dan total pendapatan Rp.24.713.675. Produksi jamur tiram selama 8 bulan sebanyak 382 kg dengan total penerimaan Rp.38.200.000. Hasil analisis B/C ratio menunjukan angka 1.82 artinya usaha jamur tiram yang dijalankan menguntungkan. Berdasarkan BEP Produksi pada penjual 134,86 kg jamur tiram terjadi Break Even Point dan pada pejualan ke 135 kg jamur tiram, baru mulai memperoleh keuntungan. BEP Harga 35.304 Artinya dengan produksi 382 Kg jamur, maka titik impas modal terjadi jika harga jamur Rp. 35.304. BEP Penerimaan 13.162.828 Artinya usaha jamur tiram putih yang dijalankan oleh petani Rumah Jamur Welury satu kali produksi mampu memberikan keuntungan karena total penerimaan lebih tinggi dari nilai titik impas yang diperoleh dari perhitungan BEP Penerimaan.