z-logo
open-access-imgOpen Access
PERSEPSI PEMUDA TERHADAP PEMILIHAN UMUM LEGISLATIF PADA TAHUN 2019 DI KECAMATAN MILA KABUPATEN PIDIE
Author(s) -
Nasrul Zulfikar
Publication year - 2019
Publication title -
jurnal sains riset
Language(s) - Italian
Resource type - Journals
eISSN - 2714-531X
pISSN - 2088-0952
DOI - 10.47647/jsr.v9i3.221
Subject(s) - humanities , political science , physics , art
Demokrasi adalah ide cemerlang yang mengubah perpolitikan dunia.Munculnya Demokrasi merupakan gagasan politik mengandung nilai-nilai yang sangat dibutuhkan sebagai acuan untuk menata kehidupan berbangsa didalam suatu negara.Dalam pemilu, warga negara dapat memberi hak suaranya baik berupa hak pilih maupun hak untuk tidak memilih. Sebagai proses dan kualitas kehidupan demokrasi di negeri ini,Dukungan seluruh rakyat terhadap pemilu adalah kewajiban masyarakat dalam bernegara untuk menentukan bangsa yang lebih maju.Pemilu bukan saja untuk memilih wakil-wakil rakyat dan atau pemimpin nasional yang berlegitimasi, tetapi juga karena pemilu itu sendiri secara substansial membawa pesan moral agar rakyat memilih wakil-wakil rakyat yang memiliki hati nurani.Berdasarkan uraian diatas maka  peneliti dapat merumuskan masalah sebagai berikut: 1)Bagaimana taggapan pemuda terhadap pemilihan umum legislatif pada tahun 2019? 2)Bagaimana tingkat kesadaran pemuda tarhadap pemilihan umum legislatif pada tahun 2019?Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis deskriptif. Pendekatan kuantitatif dengan jenis deskriptif bertujuan untuk menjelaskan, meringkaskan berbagai kondisi, berbagai situasi, atau berbagai variabel yang timbul di masyarakat yang menjadi objek itu berdasarkan apa yang terjadi.Dari hasil penelitian ditemukan berbagai macam gejolak dan tingkah laku para pemilih dan calon legislatif untuk meraup suara, pada tahun 2019 ini terdapat lebih dari setengah pemuda di kecamatan mila memilih calon legislatifsebesar 53% dan kurang dari setengah  47% pemuda tidak  menggunakan hak pilihnya. Inilah yang menjadi tolak ukur di kalangan pemuda begitu apatis terhadap politik yang berjalan dinegeri ini. Kekecewaan yang pemuda dapatkan dari anggota legislatif terdahulu dimana janji-janji yang di ingkari dan harapan-harapan yang sirna bagaikan di telan bumi dan yang lebih mirisnya lagi dari 53% pemuda hampir sebahagian dari mereka memilih dengan faktor keuangan dan dorongan orang lain dan sangat sedikit yang memilih sesuai dengan hati nurani,Atas dasar itulah mereka memilih untuk tidak terlibat dalam pemilihan umum legislatif pada tahun ini, dan lebih memilih untuk bekerja dan melakukan hal lain yang lebih bermamfaat bagi dirinya.

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here