z-logo
open-access-imgOpen Access
KORELASI FILOSOFIS ANTARA RESTORATIVE JUSTICE DAN DIYAT DALAM SISTEM HUKUM PIDANA ISLAM
Author(s) -
Mira Maulidar
Publication year - 2022
Publication title -
at-tasyri'
Language(s) - Uncategorized
Resource type - Journals
eISSN - 2715-7865
pISSN - 2085-2541
DOI - 10.47498/tasyri.v13i2.856
Subject(s) - humanities , political science , physics , philosophy
Penyebutan restorative justice dalam Islam pada dasarnya sudah ada dalam hukum Islam, hal ini dapat dilihat dengan adanya konsep qishas diyat dan pemaafan dan tujuan dari keadilan restorasi agar pelaku dapat bertanggung jawab atas kerugian yang ditimbulkan olehnya terhadap korban dan masyarakat, lebih jauh penulis akan mengkaji berkaitan dengan titik temu atau korelasi secara filosofis antara restorative justice dan diyat dalam sistem hukum pidana Islam. Adapun Secara filosofis, restorative justice memiliki korelasi dengan konsep diyat dalam sistem hukum pidana Islam jika dihubungkan dengan salah satu tujuan pemidanaan Islam adalah al-istiadah (restoratif) sebagai metode merespons tindak pidana dengan melibatkan pihak-pihak yang bertikai dalam rangka memperbaiki kerusakan. konsep ini dapat dilihat dari adanya hukum diyat sebagi hukum pengganti qisas.

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here