
Kontekstualisasi Hadis Pernikahan dalam Tradisi Islam Lokal: Nyongkolan di Lombok
Author(s) -
Nikmatullah Nikmatullah
Publication year - 2018
Publication title -
hikmah : journal of islamic studies/hikmah : journal of islamic studies
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2581-0146
pISSN - 2088-2629
DOI - 10.47466/hikmah.v14i2.106
Subject(s) - procession , islam , sociology , humanities , religious studies , art , theology , philosophy
Nyongkolan is one of the Islamic marriage seremony Sasak made
by way of the procession the bride and her family along the way
which aims to announce the wedding and the hospitality weaves
between both parties. This tradition is acculturation between
Islam with customary local of Sasak practiced by Muslims Sasak.
As a devout muslim and religious fanatic, Sasak Muslims wedding
announcement on hadith actualize in the form Nyongkolan. The
spirit of hadith is about the procession that very accommodated
towards local traditions. He as a form of harmonisation which
brings together various elements: the religion, customs, and
modernity. The music that accompanied the procession either
kecimol, gendang beleq or rudat as the street entertainment
for the surrounding communities. In the process, Nyongkolan
is considered a problem as it causes blocked on the highway.
This paper aims to described the tradition of Nyongkolan and
acculturation between religion (hadith) and the custom in the
tradition.
Keywords: Contextulization, Hadith, Weddings, Nyongkolan
Nyongkolan adalah salah satu seremony perkawinan Islam
Sasak yang dilakukan dengan cara arak-arakan pengantin
dan keluarganya sepanjang jalan yang bertujuan untuk
mengumumkan pernikahan dan menjalin silaturrahmi antara
kedua belah pihak. Tradisi ini merupakan bentuk akulturasi
antara Islam dengan adat lokal Sasak yang dipraktekkan oleh
masyarakat muslim Sasak. Sebagai muslim yang taat dan fanatik
dalam beragama, Muslim Sasak mengaktualisasikan hadis
pengumuman pernikahan dalam bentuk Nyongkolan. Spiritnya
dari hadis akan tetapi prosesinya sangat akomodatif terhadap
tradisi lokal. Ia sebagai bentuk harmonisasi yang menyatukan
berbagai elemen: agama, adat, dan modernitas. Musik yang
mengiringi arakan baik berupa kecimol, gendang beleq atau
rudat bagaikan hiburan jalanan bagi masyarakat sekitar. Dalam
perkembangannya, Nyongkolan dianggap masalah karena
menyebabkan macet di jalan raya. Tulisan ini bertujuan untuk
mendiskripsikan tradisi Nyongkolan serta akulturasi antara
agama (hadis) dan adat dalam tradisi tersebut.
Kata Kunci: Kontekstualisasi, Hadis, Pernikahan, Nyongkolan