
Pendidikan Integrasi dan Pendidikan Inklusi
Author(s) -
Murni Winarsih
Publication year - 2017
Publication title -
hikmah : journal of islamic studies/hikmah : journal of islamic studies
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2581-0146
pISSN - 2088-2629
DOI - 10.47466/hikmah.v13i2.156
Subject(s) - special needs , inclusion (mineral) , special education , humanities , service (business) , sociology , pedagogy , psychology , social science , art , business , marketing , psychiatry
Educationmustbeenjoyedbyallchildren,includingchildrenwith
special needs. Currently education service for children with special
needshasmanychanges.Thechangesincludeachangeinattitude
of consciousness, condition, methodology, use of concepts, and
shifting paradigm towards education of humanity. At first, the
education service for children with special needs is in the form of
educational segregation. Educational segregation is an education
service for children with special needs where those who have
the same barriers are in one school, for example, children with
visual barriers are in the Special School (SLB) of A and children
with auditory barriers are in the Special School (SLB) of B, and
so on. Education service for children with special needs has been
widely grown in the presence of integrated education service and
inclusion in education. This paper discusses the integration of
education and the inclusion in education.
Keywords: education, integration, inclusion, and special needs.
Pendidikan harus dapat dinikmati oleh semua anak, tidak
terkecuali anak berkebutuhan khusus. Layanan pendidikan bagi
anak berkebutuhan khusus saat ini tengah mengalami banyak
perubahan.Perubahan-perubahaninimeliputiperubahandalam
kesadaran sikap, keadaan, metodologi, penggunaan konsepkonsep, dan perubahan paradigma menuju kepada pendidikan
kemanusiaan.
Pada awalnya, layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan
khusus berupa pendidikan segregasi. Pendidikan segregasi
merupakan layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus
dimana anak berkebutuhan khusus dengan hambatan yang sama
berada dalam satu sekolah, misalnya anak dengan hambatan
penglihatan berada di Sekolah Luar Biasa (SLB) A, anak dengan
hambatan pendengaran berada di Sekolah Luar Biasa (SLB)B,
dan seterusnya.
Layananpendidikanbagianakberkebutuhankhusustelahbanyak
berkembang dengan adanya layanan pendidikan integrasi dan
pendidikan inklusi. Dalam kesempatan ini akan dibahas tentang
pendidikan integrasi dan pendidikan inklusi.
Kata Kunci: pendidikan, integrasi, inklusi, berkebutuhan khusus.