z-logo
open-access-imgOpen Access
PENERAPAN KONSEP MENJANA MINDA MELALUI FALSAFAH PENDIDIKAN KEBANGSAAN TERHADAP MASYARAKAT MELAYU DALAM CERITA RAKYAT MELAYU
Author(s) -
Mohd Rafi Yaacob,
Nasirin Abdillah
Publication year - 2018
Language(s) - English
Resource type - Journals
ISSN - 2289-4527
DOI - 10.47252/teniat.v6i1.178
Subject(s) - malay , humanities , art , philosophy , linguistics
Cerita rakyat Melayu merupakan sebahagian daripada sastera rakyat milik masyarakat Melayu dan hasilpengucapannya adalah orang Melayu yang beragama Islam. Kini, cerita rakyat Melayu tidak relevanlagi dianggap sebagai bahan yang pincang dan tidak berfaedah. Hal ini kerana cerita rakyat Melayumerupakan suatu bahan yang disampaikan untuk mendidik jiwa setiap insan dengan sempurna. Oleh itu,jiwa yang kudus dalam diri setiap insan sudah pastinya mengamalkan sesuatu perbuatan dan tingkah lakuyang baik dengan mengamalkan nilai-nilai murni. Sehubungan itu, cerita rakyat Melayu juga dipengaruhidengan penjanaan intelek dalam membentuk moral positif dalam kalangan masyarakatnya. Rentetanitu, Intelek merupakan suatu akal budi setiap insan yang berkemampuan untuk berfi kir secara logik dantepat dalam menyelesaikan sesuatu masalah. Lantaran itu, cerita rakyat Melayu juga dipengaruhi olehakal budi masyarakat dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam kehidupan mereka. Oleh itu,kajian ini bertujuan untuk menganalisis dan merumuskan nilai murni seperti nilai kerajinan dan rasionaldengan menggunakan pendekatan Falsafah Pendidikan Kebangsaan melalui konsep intelek. Beberapacerita rakyat Melayu seperti Pengorbanan Wasiat Yang Bijaksana, Periuk Kera Ajaib, Puteri Birah Keladi,Pak Tani Menipu Harimau, Hakim Yang Bijaksana dan Takar Emas dijadikan medium untuk menjalinankesepaduan antara nilai-nilai murni dan perapan konsep intelek. Di samping itu, masyarakat Melayuternyata memiliki kekuatan akal budi yang luar biasa dalam membuat pertimbangan sesuatu masalah.Justeru, menerusi cerita rakyat Melayu, nilai kerajinan dan rasional terbukti menggambarkan wujudnyaintelek yang mana masyarakat Melayu memiliki kekuatan akal budi serta berkemampuan melihat, menilaidan membuat suatu keputusan dan tindakan dengan tepat. The Malay folklore is part of the Malay literature belonging to the Malay community and the result of thespeech is Malay Muslims. Now, Malay folklore is irrelevant again considered as unprofitable material.This is because Malay folklore is a material that is conveyed to educate the soul of every person perfectly.Therefore, the holy soul within each person is sure to practice good deeds and behaviours by practisingvalues. In this regard, the Malay folklore is also influenced by the intellectual generation in promotingpositive morals in the community. That sequence, intellectuals is an intellect of every person capable ofthinking logically and precisely in solving a problem. Hence, Malay folklore is also influenced by the public’smind in solving the problems faced in their lives. Therefore, this study aims to analyze and formulatevalues such as the value of craft and rational by using the National Education Philosophy approach throughintellectual concept. Some Malay folklore such as the Pengorbanan Wasiat Yang Bijaksana, Periuk KeraAjaib, Puteri Birah Keladi, Pak Tani Menipu Harimau, Hakim Yang Bijaksana and Takar Emas wereused as a medium for cultivating the unity between values and the intellectual conceptions. In addition,the Malay community has the supreme power of reason for making a matter of concern. Hence, throughMalay folklore, the values of craft and rational proves to represent the existence of intellectuals in whichthe Malay community has the power of reason and is capable of viewing, evaluating and making decisionsand actions appropriately

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here