
Penerapan Activity Based Costing System dalam penentuan Harga Pokok Produksi pada Industri Roti Cempaka Mulia
Author(s) -
Sri Ratna Dwiningsih
Publication year - 2018
Publication title -
jurnal aplikasi manajemen dan inovasi bisnis
Language(s) - Uncategorized
Resource type - Journals
ISSN - 2621-3230
DOI - 10.47201/jamin.v1i1.4
Subject(s) - humanities , physics , mathematics , art
Penentuan harga pokok produksi merupakan informasi penting bagi perusahaan untuk menetapkan harga jual produk. Dalam menentukan harga pokok produksi dapat dilakukan dengan beberapa metode yaitu cara konvensional dan metode activity based costing. Metode konvensional pada penentuan harga pokok produksi dianggap kurang tepat karena tidak melibatkan semua biaya overhead pabrik, sehingga dibutuhkan salah satu metode yang tepat yaitu sistem Activity Based Costing (ABC) yang dapat menentukan harga pokok produksi dengan lebih akurat. Karena sistem ini menelusuri biaya dalam setiap aktivitasnya dan menggunakan cost driver berdasarkan unit. Objek penelitian ini adalah biaya harga pokok produksi yang menjadi fokus dari aktivitas produksi roti pada Industri Roti Cempaka Mulia. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, yaitu penelitian yang tujuannya untuk mengungkapkan atau mengeksplore atau menjelaskan secara mendalam tentang variabel tertentu dan penelitian ini bersifat deskriptif, sehingga penelitian ini digunakan untuk mengkaji secara mendalam tentang penerapan sistem Activity Based Costing dalam penentuan harga pokok produksi pada Industri Roti Cempaka Mulia di Desa Baran Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan. Simpulan dari penelitian ini adalah sistem activity based costing dalam menentukan harga pokok produksi bakpia, roti manis dan brownies sudah sesuai karena pembagian biaya sudah jelas berdasarkan pemicu biaya dan sumber daya yang dikonsumsi masing – masing produk. Bagi peneliti lain yang akan melakukan penelitian sejenis dengan menggunakan subjek usaha kecil dan menengah, khususnya yang memproduksi produk lebih dari satu jenis produk. Peneliti selanjutnya diharapkan lebih komprehensip atau menyeluruh dalam mengkalkulasi biaya baik biaya produksi maupun biaya non produksi dan memperpanjang periode waktu penelitian, sehingga diperoleh hasil penelitian yang lebih akurat.