z-logo
open-access-imgOpen Access
Pastoral Konseling Menurut Yehezkiel 34:16 Sebagai Upaya pemulihan Mental
Author(s) -
Yenny Anita Pattinama
Publication year - 2020
Publication title -
scripta/scripta
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2722-8231
pISSN - 2685-2144
DOI - 10.47154/scripta.v6i2.53
Subject(s) - forgiveness , humanities , psychology , art , social psychology
Pada hakikatnya, setiap manusia dalam kehidupannya dimanapun ia berada pasti memiliki masalah dan pergumulan. Pastoral konseling mengajarkan mereka untuk mampu berdamai dengan Allah, diri sendiri, dan juga orang lain. Dengan melakukan pelayanan pastoral konseling juga dapat menyadarkan mahasiswa-mahasiswi yang bermasalah akan pelanggaran yang dilakukan, kemudian mengakui setiap perbuatannya yang salah dihadapan Tuhan, dan dapat menerima pengampunan dan memulai suatu kehidupan yang baru. Dengan demikian seorang konselor dapat menolong setiap konseli untuk mengalami pemulihan mental dan memahami tindakannya salah yang pernah diperbuatnya serta melakukan langkah-langkah untuk menata kehidupannya menjadi lebih baik. In essence, every human being in his life wherever he is must have problems and struggles. Pastoral counseling teaches them to be able to make peace with God, themselves, and also others. Conducting pastoral counseling services can also awaken students who have problems with violations committed, then acknowledge any wrongdoing before God, and can receive forgiveness and start a new life. Thus a counselor can help each counselee to experience mental recovery and understand the wrong actions he had ever done and take steps to organize his life for the better.

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here