
Logos Dalam Injil Yohanes: Allah Atau Hakikat Adikodrati Yang Lebih Rendah Dari Allah
Author(s) -
Fanny Y. M Kaseke
Publication year - 2016
Publication title -
scripta/scripta
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2722-8231
pISSN - 2685-2144
DOI - 10.47154/scripta.v1i1.27
Subject(s) - logos bible software , gospel , philosophy , theology , pluralism (philosophy) , epistemology
Perdebatan tentang siapakah atau apakah yang dimaksud logos oleh Yohanes dalam Injilnya terus terjadi di antara para theolog. Beberapa theolog menyamakan sang logos dengan Allah, sementara sebagian lainnya keberatan dengan penyamaan itu. Pada masa kini, keberatan yang paling jelas datang dari kelompok yang mengusung ajaran pluralisme. Implikasi dari penyamaan sang logos dengan Allah dalam Injil Yohanes adalah memperkuat premis sebagian theolog bahwa ajaran Allah Tritunggal benar adanya dan bahwa sang logos adalah salah satu dari tiga “pribadi” Allah tritunggal, yakni pribadi kedua (Kristus Yesus). Tulisan ini memaparkan tentang kajian sang logos dalam Injil Yohanes yang dikemukakan oleh tokoh pluralisme, kemudian analisa tentang hal itu dalam bingkai worldview theologia Injili.
The debate over who or what logos meant by John in his gospel continued to occur among theologians. Some theologians equate the logos with God, while others object to the equation. At present, the most obvious objection comes from groups that carry the teachings of pluralism. The implication of equating the logos with God in the Gospel of John is to strengthen the premise of some theologians that the teaching of the Triune God is true and that the logos is one of the three "persons" of the triune God, the second person (Christ Jesus). This paper describes the study of the logos in the Gospel of John put forward by pluralism figures, then analyzes it in terms of the worldview of Evangelical theology.