z-logo
open-access-imgOpen Access
Analisis Perkembangan Kasus COVID-19 Berkaitan dengan Kebijakan Pemerintah di Pulau Jawa
Author(s) -
Charvia Ismi Zahrani,
Setia Pramana
Publication year - 2021
Publication title -
inohim : indonesian of health information management journal/indonesian of health information management journal (inohim)
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2655-9129
pISSN - 2354-8932
DOI - 10.47007/inohim.v9i1.224
Subject(s) - covid-19 , government (linguistics) , pandemic , java , political science , geography , socioeconomics , economic history , history , economics , medicine , linguistics , philosophy , disease , pathology , computer science , infectious disease (medical specialty) , programming language
COVID-19 is a serious problem that faced by almost all countries in the world. Since announced as a pandemic by WHO on March, the number of positive COVID-19 cases in Indonesia has reached 287,008 patients until the end of September 2020. COVID-19 cases dispersion depends on the local government policies and the awareness of the public to obey. About 60 percent of positive cases and 65 percent of death cases were in Java. Therefore, the aim of this study is to analyze the growth of the COVID-19 case in Java from March to September 2020 in relation to the local government policies. The results showed that six provinces in Java had the same pattern. The large-scale social restriction (PSBB), which was implemented since April 10 2020, seen to be able to contain the dispersion of cases because from April to June the positive cases did not increase significantly. A very high increase occurred in August and September, this was probably due to the easing of the PSBB become new-normal where various public places and facilities have been reopened. Meanwhile, death cases, the number is very high in mid-April and June and late July to September 2020. For cured cases, there was a significant increase in late August to September 2020. The importance of information about the growth of the COVID-19 cases can help government to formulate strategies and policies to prevent the dispersion of COVID-19.Keyword: COVID-19, Pandemic, Java, cases growth AbstrakCOVID-19 merupakan suatu masalah serius yang sedang dihadapi oleh hampir seluruh negara. Sejak diumumkan sebagai pandemi oleh WHO pada Maret lalu, jumlah kasus positif COVID-19 di Indonesia mencapai 287.008 pasien hingga akhir September. Penyebaran kasus COVID-19 sangat bergantung pada kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah serta kesadaran masyarakat untuk mematuhinya. Sebesar 60 persen kasus positif dan 65 persen kasus meninggal berada di Pulau Jawa. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah menganalisis perkembangan kasus COVID-19 di Pulau Jawa sejak Bulan Maret-September 2020 dikaitkan dengan kebijakan pemerintah setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keenam provinsi memiliki pola yang sama. Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dilakukan sejak 10 April 2020 terlihat dapat menahan penyebaran kasus karena pada bulan April-Juni 2020 kasus positif tidak mengalami kenaikan yang signifikan. Kenaikan yang sangat tinggi terjadi pada bulan Agustus dan September 2020, hal ini mungkin disebabkan oleh dilonggarkannya kebijakan PSBB menjadi PSBB Transisi dimana berbagai tempat dan fasilitas umum telah dibuka kembali. Sementara untuk kasus meninggal, angka tertinggi terjadi pada pertengahan April dan Juni serta akhir Juli hingga September 2020. Untuk kasus sembuh, terjadi peningkatan yang signifikan pada akhir Agustus hingga September 2020. Pentingnya informasi tentang perkembangan kasus COVID-19 ini dapat membantu pemerintah daerah untuk membuat strategi dan kebijakan untuk mencegah penyebaran rantai virus COVID-19.Kata Kunci: COVID-19, Pandemi, Jawa, perkembangan kasus 

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here