z-logo
open-access-imgOpen Access
Burnout dan Produktivitas Kerja Tenaga Keperawatan pada Masa Pandemi Covid-19 di RS Medika BSD
Author(s) -
Yanna Dwi Saptarani,
Agusdini Banun Saptaningsih,
R. Fresly Hutapea
Publication year - 2022
Publication title -
jurnal syntax admiration
Language(s) - Slovenian
Resource type - Journals
eISSN - 2722-7782
pISSN - 2722-5356
DOI - 10.46799/jhs.v3i1.400
Subject(s) - medicine
Tujuan penelitian ini, untuk menganalisis pengaruh beban kerja dan dukungan sosial terhadap produktivitas kerja perawat pada masa Pandemi COVID -19, dengan burnout sebagai variable intervening di RS Medika BSD. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, desain ex-post facto, dengan survei serta path analysis. Populasinya adalah seluruh perawat dengan sample berjumlah 100 orang. Hasil pengujian menunjukan, Beban Kerja (p=0,108); dan dukungan sosial (p=0,199) terhadap produktivitas, keduanya p value > alpha 0,5. Sedangkan burnout terhadap: produktivitas (p=0,000), beban kerja (p=0,001); dan dukungan sosial (p=0,000), artinya ketiganya memiliki p value ≤ 0,05. Pengaruh tidak langsung yang dimediasi oleh burnout menunjukkan nilai t hitung > t tabel (uji Sobel). Penelitian ini menunjukan bahwa burnout berpengaruh langsung terhadap produktivitas kerja, serta terdapat pengaruh positif dan signifikan beban kerja dan dukungan sosial terhadap produktivitas kerja melalui burnout sebagai variable intervening. Implikasi manajerial yang dihasilkan dari penelitian ini berupa sistem pengaturan beban kerja, rolling staff untuk mengurangi kejenuhan, sistem antrian yang dapat mengurangi kepadatan frekwensi datangnya pekerjaan, sistem levelink perawat sesuai kompetensinya. Untuk dukungan sosial dilakukan melalui sistem kerja secara teamwork, peningkatan komunikasi efektif antar staf, sistem pengembangan Sumber Daya Manusia melalui pelatihan dan Capacity Building untuk meningkatkan kemampuan, motivasi dan pengembangan diri, diterapkan pula sistem apresisasi terhadap peningkatan kinerja perawat. Untuk menghindari kondisi burnout dapat dilakukan Program Kesehatan Mental pegawai, mulai dari pemeriksaan mental, self help content sampai konseling yang dilakukan oleh tenaga profesional. Semua hal tersebut semata-mata untuk tetap dapat mempertahankan produktifitas kerja perawat.

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here