
Formulasi Sediaan Cair Disinfektan Ekstrak Daun Mangga Bacang (Mangifera Foetida L.) dan Uji Efektivitas Antibakteri pada Staphylococcus Aureus ATCC 25923 PK/5
Author(s) -
Vera Lestari,
St. Rahmatullah,
Dwi Bagus Pambudi
Publication year - 2021
Publication title -
jurnal ilmiah jophus
Language(s) - Uncategorized
Resource type - Journals
ISSN - 2715-3320
DOI - 10.46772/jophus.v3i01.515
Subject(s) - traditional medicine , physics , medicine
Mangga Bacang (Mangifera foetida L.) merupakan salah satu tanaman yang banyak tumbuh di negara Indonesia terutama pada pulau Sumatera, Jawa, dan Kalimantan. Ekstrak etanol daun Mangga Bacang (Mangifera foetida L.) mengandung senyawa metabolit sekunder antara lain fenol, flavonoid, saponin, tanin, alkaloid, steroid/triterpenoid. Disinfektan merupakan salah satu larutan yang bisa digunakan sebagai pembunuh mikroorganisme atau mencegah infeksi yang ada, biasanya terdapat pada benda mati. Tujuan dari penelitian ini yaitu Untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun Mangga Bacang (Mangifera foetida L.) yang diformulasikan sebagai sediaan cair disinfektan terhadap Staphylococcus aureus dan untuk mengetahui konsentrasi yang dapat menghambat dan membunuh Staphylococcus aureus. Metode yang digunakan yaitu metode sumuran untuk daya hambat dan koefisien fenol untuk mengetahui daya bunuh bakteri. Daya hambat pada ekstrak daun mangga bacang (Mangifera foetida L.) terhadap Staphylococcus aureus sebesar 3% dengan zona hambat rata-rata sebesar 2 mm yang termasuk daya hambat lemah. Disinfektan dengan konsentrasi ekstrak 15% memiliki hasil zona hambat yang sedang yaitu 6,86 mm. Hasil Koefisien fenol pada konsentrasi formula 15% memiliki nilai koefisien fenol yaitu 4,7. Hal ini dapat diartikan bahwa sediaan yang digunakan memiliki daya antibakteri yang lebih efektif dibanding fenol dengan syarat tidak <1.