z-logo
open-access-imgOpen Access
TINJAUAN TEOLOGI SISTEMATIS-APOLOGETIS TERHADAP PANDANGAN ADOPSIONISME MENGENAI KETUHANAN YESUS
Author(s) -
Hendrik Yufengkri Sanda
Publication year - 2020
Publication title -
bonafide
Language(s) - Spanish
Resource type - Journals
eISSN - 2722-5992
pISSN - 2722-4473
DOI - 10.46558/bonafide.v1i1.6
Subject(s) - humanities , philosophy
Yesus adalah pribadi yang unik sebab memiliki dua natur yakni sebagai Allah dan juga manusia. Alkitab secara eksplisit mengajarkan dan memberikan kesaksian mengenai pokok ini. Namun realitanya ada juga pandangan yang menolak baik natur keilahian-Nya bahkan juga kemanusiaan-Nya. Gagasan-gagasan demikian sebenarnya sudah ada sejak inkarnasi Yesus di dunia. Mulai dari pandangan para pemuka agama Yudaisme, para pemimpin gereja mula-mula, hingga di masa sekarang oleh para teolog agama-agama. Salah satu ajaran yang digolongkan sebagai bidat Kristen pada abad mula-mula adalah pandangan adopsionisme yang mengajarkan Yesus hanya manusia biasa yang kemudian diadopsi menjadi anak Allah. Jika demikian maka sama halnya menolak keilahian dan juga pre-eksistensi Kristus sebagai Allah sebelum inkarnasi-Nya. Penelitian ini bermaksud mengkritisi pandangan adopsionisme tersebut. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif melalui pendekatan teologi sistematis-apologetis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandangan adopsionisme sangat keliru karena menyalahi prinsip natur keilahian Yesus sebagaimana yang diajarkan Alkitab. Yesus adalah Tuhan dari sejak semula bukan setelah inkarnasi-Nya.

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here