z-logo
open-access-imgOpen Access
Pengenalan, Penyuluhan, dan Pemantauan Pentingnya Higiene Sanitasi Terhadap Penyakit Salmonellosis pada Kelompok Budidaya Ikan Bandeng di Segorotambak, Sedati, Sidoarjo
Author(s) -
Freshinta Jellia Wibisono,
Freegied Satriya Wibisono
Publication year - 2020
Publication title -
igkojei
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2746-8666
pISSN - 2746-8658
DOI - 10.46549/igkojei.v1i1.149
Subject(s) - sanitation , hygiene , milkfish , salmonella , biology , fish <actinopterygii> , fishery , medicine , aquaculture , environmental engineering , engineering , genetics , pathology , bacteria
  Sidoarjo Regency has the highest potential in milkfish aquaculture ponds. The maintenance of healthy milkfish requires clean and uncontaminated water and ponds, so sanitation efforts are pivotal in the management of milkfish cultivation. Milkfish is sensitive to Salmonella Spp. This service activity is carried out in several stages, namely 1) survey and filling in the questionnaire, 2) counseling activities, and lastly, 3) monitoring and evaluation. This community service was carried out to 3 groups of the milkfish cultivation community, namely the Mina Sentosa Segorotambak Group, Tumbuh Jaya Segorotambak, and Tumbuh Makmur Segorotambak Group. The results of the community service activities show that overall the milkfish farmers in Segorotambak Village have an understanding of hygiene (77,78%), sanitation (72,22%), but overall respondents gave the answer that respondents did not know about salmonellosis (100%). Salmonella spp. can survive in water contaminated with human or animal fecal matter. The importance of awareness in maintaining hygiene and sanitation needs to be understood by milkfish pond farmers to prevent the incidence of salmonellosis. Communication, information, and education on the relationship between hygiene and sanitation and contamination against salmonellosis in the community are of the utmost importance.  Keywords: Higiene; Milkfish; Sanitation; Salmonella spp; Salmonellosis   ABSTRAK     Kabupaten Sidoarjo memiliki potensi tertinggi pada tambak budidaya ikan bandeng. Pemeliharaan ikan bandeng yang sehat mensyaratkan air dan tambak yang bersih serta tidak tercemar, sehingga diperlukan upaya higiene sanitasi pada pengelolaan budidaya ikan bandeng. Ikan bandeng peka terhadap cemaran bakteri Salmonella Spp. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu 1) survei dan pengisian kuesioner, 2) kegiatan penyuluhan, dan 3) pemantauan evaluasi. Pengabdian masyarakat ini dilakukan pada 3 kelompok masyarakat budidaya bandeng yaitu Kelompok Mina Sentosa Segorotambak, Tumbuh Jaya Segorotambak, dan Tumbuh Makmur Segorotambak. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa secara keseluruhan pembudidaya tambak ikan bandeng di Desa Segorotambak, memiliki pemahaman terhadap higiene (77,78%), sanitasi (72,22%) namun secara keseluruhan responden memberikan jawaban bahwa responden belum mengetahui mengenai penyakit salmonellosis (100%). Bakteri Salmonella spp. dapat bertahan pada air yang tercemar feses manusia atau hewan penderita. Pentingnya kesadaran dalam menjaga higiene sanitasi perlu dipahami oleh pembudidaya tambak ikan bandeng untuk mencegah kejadian penyakit salmonellosis. Komunikasi, informasi, dan edukasi pada mengenai hubungan higiene sanitasi dengan cemaran terhadap penyakit salmonellosis pada masyarakat sangat perlu untuk dilakukan.  Kata Kunci : Bandeng; Higiene; Sanitasi; Salmonella spp; Salmonellosis

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here