
Analisis Strategi Kreatif Iklan Kampanye Gubernur DKI Jakarta 2017
Author(s) -
Darfi Rizkavirwan
Publication year - 2020
Publication title -
deskomvis
Language(s) - Uncategorized
Resource type - Journals
eISSN - 2721-3927
pISSN - 2721-3919
DOI - 10.38010/dkv.v1i2.20
Subject(s) - humanities , art
Pilkada Gubernur DKI tahun 2017 ini diikuti oleh 3 pasangan calon yaitu pasangan pertama Agus- Silvy, pasangan kedua sebagai pasangan petahana adalah Basuki dan Djarot dan pasangan terakhir adalah pasangan Anies-Sandi. Dalam proses komunikasi kampanye, diperlukan sebuah srategi periklanan merupakan pesan - pesan penjualan yang paling persuasif yang diarahkan kepada calon audiens yang paling potensial atas produk barang atau jasa. Dalam prosesnya membangun political branding melalui iklan diperlukan strategi kreatif dalam penyampaiannya. Tampilan pesan visual dari iklan kampanye ketiga paslon mengisyaratkan diferensiasi strategi kreatif yang ingin disampaikan ke masyarakat. Pesan-pesan visual yang muncul merupakan kumpulan tanda-tanda visual terkait satu sama lain. Bagi Saussure, tanda merupakan objek fisik dengan sebuah makna; atau untuk menggunakan istilahnya, sebuah tanda terdiri dari penanda dan petanda. Penanda adalah citra tanda seperti yang persepsi (eksistensi fisik) seperti tulisan di atas kertas atau suara di udara. Lebih lanjut menurut Frazer, ada enam strategi kreatif dalam iklan yaitu Preemptive, Unique selling propositions, brand image, Positioning, resonance, affective. Dengan munculnya tanda-tanda visual yang muncul diharapkan akan bisa ditelisik gambaran strategi strategi visual yang yang digunakan oleh masing-masing pasangan calon dalam iklan berkampanyenya