
Hubungan Status Gizi dengan Kejadian Dismenorea pada Remaja Putri Di SMA Negeri 1 Tambun Utara Kabupaten Bekasi Tahun 2018
Author(s) -
Ade Krisna Ginting,
Rifka Alindawati,
Gita Amelia
Publication year - 2021
Publication title -
jurnal kesehatan bhakti husada
Language(s) - Uncategorized
Resource type - Journals
ISSN - 2503-264X
DOI - 10.37848/jurnal.v7i02.113
Subject(s) - medicine , gynecology
Latar Belakang: Angka kejadian dismenorea di Indonesia sebesar 107.673 jiwa (64,25%), yang terdiri dari 59.671 jiwa (54,89%) mengalami dismenorea primer dan 9.496 jiwa (9,36%) mengalami dismenorea sekunder. (Herawati, 2017). Dilaporkan 30% - 60% remaja wanita yang mengalami dismenorea, didapatkan 7 % - 15% tidak pergi ke sekolah (Larasati, 2016). Salah satu permasalahan yang dapat menimbulkan dismenoreaprimer adalah status gizi. Overweight dan underweight merupakan salah satu faktor resiko dari dismenore primer. (Beddu et al, 2015). Metode: Penelitian ini merupakan jenis analitik, menggunakan desain cross sectional, teknik pengambilan non probabilitas sampling yaitu pendekatan accidental sampling Pengambilan data dilakukan dengan pengukuran TB dan BB dan pengisian kuisioner. Sampel pada penelitian ini sebanyak 96 responden di SMA Negeri 1 Tambun Utara.Hasil: Penelitian menunjukkan ada hubungan antara status gizi dengan kejadian dismenorea pada remaja putri dapat diperoleh nilai P value = 0,023 < α (0,05) dengan OR = 2,870. Disarankan kepada sekolah untuk. melakukan optimalisasi program PKPR serta pemberdayaan tenaga Puskesmas agar dapat memberikan penyuluhan kepada remaja tentang gizi seimbang selain itu remaja disarankanmemiliki berat badan ideal atau IMT normal untuk mengurangi kejadian dismenorea.