
Pendampingan Penerapan Teknik Sanitasi Tepat Guna di Kelurahan Kota Bambu Selatan, Palmerah, Jakarta Barat
Author(s) -
Hernani Yulinawati,
Pramiati Purwaningrum,
Winarni Winarni,
Tazkiaturrizki Tazkiaturrizki
Publication year - 2021
Publication title -
prosiding konferensi nasional pengabdian kepada masyarakat dan corporate social responsibility
Language(s) - English
Resource type - Journals
ISSN - 2655-3570
DOI - 10.37695/pkmcsr.v4i0.1255
Subject(s) - political science , humanities , art
Kelurahan Kota Bambu Selatan (KBS) merupakan kawasan yang sangat padat penduduknya dengan lahan terbatas/sempit untuk pembangunan infrastruktur lingkungan, terutama bidang sanitasi. Tujuan PkM di Kelurahan KBS untuk mendukung tercapainya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) ke-6 Air Bersih dan Sanitasi Layak dan SDG ke-11 Kota dan Pemukiman Berkelanjutan melalui pendampingan program Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS), Biopori, dan Kampung Pengelolaan Sampah Terpadu (KPST) yang merupakan bagian dari 5 pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Pendampingan dilakukan dengan pendekatan metode pemicuan untuk mengubah perilaku higiene dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat dalam memilih teknologi sanitasi. Masyarakat diharapkan berpartisipasi langsung dalam proses STBM dari tingkatan diajak berunding dan membuat keputusan bersama. PkM berlangsung tahun 2019-2021, beberapa kegiatan bekerja sama dengan PLN Peduli (CSR). Pada awal PkM dilakukan penyuluhan tentang sanitasi tepat guna secara umum agar masyarakat dapat memahami definisi dan unsur-unsur dalam sanitasi. Kegiatan pertama tahun 2019 adalah pelatihan pemilahan sampah rumah tangga organik dan anorganik yang mendukung Gerakan Nasional Pilah Sampah dari Rumah yang diluncurkan KLHK 15 September 2019. Kegiatan kedua tahun 2020 adalah pelatihan pembuatan lubang biopori yang mendukung Gerakan 10 Juta Lubang Biopori di Jakarta. Kegiatan ketiga tahun 2021 adalah pelatihan pemilihan sanitasi sistem setempat sesuai PerGub DKI Jakarta No. 9 Tahun 2020 tentang Revitalisasi Tangki Septik Rumah Tangga untuk mendukung kelurahan bebas BABS. Ketiga kegiatan tersebut saling mendukung dan terus berlanjut untuk pencapaian SDG 6 dan 11 di tingkat lokal. Meskipun pandemi COVID-19 mengakibatkan penundaan pelaksanaan agar kegiatan berkelanjutan, kegiatan-kegiatan tersebut merupakan bagian penting dalam pemulihan masyarakat karena pandemi COVID-19.