
Inisiasi Pembentukan Demonstrasi Plot Area Kampung Kelor Untuk Pencegahan Stunting
Author(s) -
Nur Chabibah,
Rini Kristiyanti,
Milatun Khanifah
Publication year - 2019
Publication title -
prosiding konferensi nasional pengabdian kepada masyarakat dan corporate social responsibility
Language(s) - English
Resource type - Journals
ISSN - 2655-3570
DOI - 10.37695/pkmcsr.v2i0.406
Subject(s) - physics , forestry , geography
Status gizi buruk pada balita dapat menimbulkan pengaruh yang sangat menghambat pertumbuhan fisik, mental maupun kemampuan berpikir yang pada akhirnya akan menurunkan produktivitas kerja. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa pohon Kelor (Moringa oleifera) telah meningkatkan status gizi anak dengan Protein Energy Malnutrition (PEM). Keinginan masyarakat dalam mewujudkan masyarakat bebas stunting perlu didukung dengan peran aktif institusi. Tujuan kegiatan ini adalah menfasilitasi masyarakat dalam pembentukan kampung kelor. Pembentukan kampung kelor ini diharapkan meningkatkan asupan gizi balita. Metode yang dilakukan antara lain sosialisasi hasil penelitian manfaat dan nilai gizi tanaman kelor, pendekatan mitra lintas sektor dalam perumusan kerjasama pembentukan kampung kelor, analisa lokasi, tahap pembenihan, tahap penanaman, tahap pemeliharaan, tahap monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan dan pembuatan rencana tindak lanjut untuk pelatihan pembuatan produk pasca panen. Luaran pengabdian masyarakat berupa peningkatan pengetahuan tentang nilai gizi dan manfaat tanaman kelor, adanya kerjasama lintas sector dalam pembentukan dan pemeliharaan kampung kelor, terbentuknya kampung kelor dan peningkatan keterampilan kader dalam memanfaatkan dan mengolah hasil panen tanaman kelor.
Status gizi buruk pada balita dapat menimbulkan pengaruh yang sangat menghambat pertumbuhan fisik, mental maupun kemampuan berpikir yang pada akhirnya akan menurunkan produktivitas kerja. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa pohon Kelor (Moringa oleifera) telah meningkatkan status gizi anak dengan Protein Energy Malnutrition (PEM). Keinginan masyarakat dalam mewujudkan masyarakat bebas stunting perlu didukung dengan peran aktif institusi. Tujuan kegiatan ini adalah menfasilitasi masyarakat dalam pembentukan kampung kelor. Pembentukan kampung kelor ini diharapkan meningkatkan asupan gizi balita. Metode yang dilakukan antara lain sosialisasi hasil penelitian manfaat dan nilai gizi tanaman kelor, pendekatan mitra lintas sektor dalam perumusan kerjasama pembentukan kampung kelor, analisa lokasi, tahap pembenihan, tahap penanaman, tahap pemeliharaan, tahap monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan dan pembuatan rencana tindak lanjut untuk pelatihan pembuatan produk pasca panen. Luaran pengabdian masyarakat berupa peningkatan pengetahuan tentang nilai gizi dan manfaat tanaman kelor, adanya kerjasama lintas sector dalam pembentukan dan pemeliharaan kampung kelor, terbentuknya kampung kelor dan peningkatan keterampilan kader dalam memanfaatkan dan mengolah hasil panen tanaman kelor.