
Ragam Hias Mirong Simbol Kebesaran dan Kepemilikan Bangunan Milik Raja Kasultanan Yogyakarta
Author(s) -
Sukirman Sukirman,
Desy Ayu Krisna Murti
Publication year - 2020
Publication title -
jurnal arsitektur pendapa
Language(s) - Slovenian
Resource type - Journals
ISSN - 2715-5560
DOI - 10.37631/pendapa.v1i2.98
Subject(s) - art , humanities , communication , psychology
Bangunan Rumah Tradisional Keraton Yogyakarta banyak yang dihiasi khususnya menggunakan ornamen tradisional Jawa berupa stilirisasi bentuk tumbuh-tumbuhan. Diantara ragam hias mirong, yang bila melihat bentuknya bukan stilirisasi tumbuhan. Tidak terdapat dokumen yang menyertai proses pembuatan ragam hias mirong yang menerangkan makna dan artinya, sehingga muncul berbagai persepsi tentang mkana dan arti ragam hias mirong. Satu diantaranya mirong sebagai perwujudan Ratu Kidul (penguasa laut selatan). Di samping untuk menghias beberapa bangunan di dalam keraton mirong juga dipergunakan untuk menghias bangunan Masjid Agung Yogyakarta, yang menjadi persoalan, relevankah pemaknaan bahwa mirong sebagai perwujudan Ratu Kidul (Penguasa Ratu Selatan). Masyarakat awam belum tahu makna dan artinya, padahal mirong merupakan bagian dari karya, cipta, rasa, dan karsa Keraton Yogyakarta yang merupakan ciri khas dan identitas bangunan, ragam hias dan budaya Keraton.