
ANALISIS KINERJA KEUANGAN PT KIMIA FARMA TBK MENGGUNAKAN METODE ECONOMIC VALUE ADDED PERIODE 2016-2019
Author(s) -
Abdul Sumarlin
Publication year - 2020
Publication title -
akmen/akmen jurnal ilmiah
Language(s) - Slovenian
Resource type - Journals
eISSN - 2621-4377
pISSN - 1829-8524
DOI - 10.37476/akmen.v17i4.1180
Subject(s) - physics , business administration , mathematics , business
Kondisi kemerosotan nilai NOPAT (Net Operating After Tax) PT Kimia Farma Tbk mulai dari tahun 2017 sampai tahun 2019. NOPAT merupakan keuntungan operasional setelah diperkurangkan dengan pajak yang merupakan return dari total modal yang diinvestasikan. Sehingga NOPAT adalah indikator terbaik dalam menilai pos pos penghasil kas, dan apabila suatu perusahaan memiliki nilai NOPAT rendah maka akan rendah pula nilai EVA (Economic Value Added) perusahaan tersebut begitu pula sebaliknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja keuangan perusahaan farmasi PT Kimia Farma Tbk (Persero) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan pendekatan EVA dari tahun 2016-2019.
Jenis penelitian yang digunakan deskriptif kuantitatif. Metode analisis data yang digunakan adalah dokumentasi dengan menerapkan formula rumus Economic Value Added (EVA) terhadap laporan keuangan PT Kimia Farma Tbk selama periode penelitian dari tahun 2016 sampai dengan tahun 2019.
Hasil penelitian menunjukkan perhitungan EVA PT Kimia Farma Tbk periode 2016 dan 2017 memiliki nilai positif atau EVA>0 yang berarti PT Kimia Farma Tbk mampu menciptakan nilai tambah ekonomi, dikarenakan laba bersih yang diperoleh oleh perusahaan lebih besar bila dibandingkan dengan biaya modal yang digunakan. Akan tetapi pada periode 2018 dan 2019 memiliki nilai negatif atau EVA<0 yang berarti PT Kimia Farma Tbk tidak mampu menciptakan nilai tambah ekonomi, dikarenakan total modal perusahaan lebih besar daripada laba operasi setelah pajak yang diperolehnya sehingga dapat disimpulkan pada tahun 2018-2019 kinerja perusahaan tidak baik. Sebagai bahan masukan bagi PT Kimia Farma Tbk sebaiknya meminimalkan penggunaan modal sendiri agar pajak yang ditanggung oleh perusahaan dapat dikurangi serta dapat menyeimbangkan modal sendiri dengan modal pinjaman agar rata-rata dari WACC mendapatkan hasil yang stabil.