z-logo
open-access-imgOpen Access
MELESTARIKAN BUDAYA DI TENGAH PANDEMI (Studi Kasus Rasulan di Gunungkidul)
Author(s) -
Wulan Septiyani,
Alvin Noor Fitrian
Publication year - 2021
Publication title -
jurnal paris langkis
Language(s) - English
Resource type - Journals
ISSN - 2723-7001
DOI - 10.37304/paris.v2i1.2238
Subject(s) - humanities , political science , art
The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization menilai bahwa Indonesia adalah negara super power dalam hal kebudayaan. Menurut data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2020, Indonesia memiliki 10.224 warisan budaya tak benda yang salah satu diantaranya adalah Rasulan. Rasulan merupakan budaya masyarakat Yogyakarta khususnya di Kabupaten Gunungkidul. Rasulan diperingati setiap tahun ketika musim panen sebagai ungkapan rasa syukur kepada Sang Pencipta. Namun di tahun ini masyarakat sedang dilanda Coronavirus Disease 2019 yang merubah berbagai tatanan kehidupan di dunia seperti kesehatan, ekonomi, dan sosial budaya. Pemerintah mengeluarkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar, karantina diberbagai wilayah, dan beberapa hal lain yang membatasi pergerakan masyarakat. Pandemi ini dapat menjadi salah satu penghambat pelestarian budaya lokal seperti Rasulan. Perubahan pola hidup masyarakat akibat pandemi juga akan menimbulkan budaya baru yang cenderung akan melupakan budaya lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik studi pustaka dalam mengumpulkan data. Selain sebagai ungkapan rasa syukur Rasulan tahun ini dijadikan sebagai momentum masyarakat untuk berdoa bersama agar terhindar dari berbagai penyakit dan malapetaka. Strategi masyarakat untuk melestarikan budaya Rasulan di tengah pandemi dilakukan dengan prosesi yang lebih sederhana, tetap memperhatikan protokol kesehatan, dan hanya dihadiri oleh tokoh tetua masyarakat sekitar seperti kepala desa, sesepuh desa, tokoh keagamaan, dan kepala dusun. Kata Kunci: Rasulan, Pandemi, Budaya

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here